18. IMAM DAN PARA RELIGIUS MERUPAKAN DUA PERMATA BAGI HATI YESUS

Imam memiliki peranan penting dalam Gereja Katolik; tanpa imam tidak akan ada Gereja Katolik. Tugas mereka adalah menjaga dan mengembangkan iman umat serta menuntun mereka ke arah jalan seperti dikehendaki Tuhan. Maka seorang imam mesti memiliki kualitas iman, hidup rohani, moral dan tingkah laku yang baik guna menunjang tugas perutusannya. Demikian juga para religius. Mereka […]

17. PENTINGNYA MENGAKU DOSA KEPADA IMAM

Bagi Suster Faustina, mengaku dosa memiliki bobot yang sangat tinggi dalam merawat rohani sesudah Ekaristi atau Komuni Kudus. Dalam perkembangannya sekarang, pengakuan dosa semakin tidak disukai oleh umat beriman. Hanya sebagian kecil umat datang mengaku dosa, itupun sebagian besar dilakukan menjelang Natal dan Paskah. Penyebabnya sangat kompleks. Khotbah-khotbah tentang dosa tidak pernah (jarang) dibuat lagi […]

16. PENTINGNYA SEORANG BAPAK ROHANI

PEMBIMBING ROHANI. Dalam pengalaman keseharian Umat Allah, hampir tidak pernah ada seorang katolik memiliki seorang pembimbing rohani, apalagi yang tetap. Kebanyakan orang datang kepada seorang pembimbing bila sudah berada dalam situasi jiwa yang gawat yang biasanya tidak mungkin bisa ditolong lagi. Banyak alasan mengapa orang katolik tidak memiliki pembimbing rohani, antara lain: merasa diri sudah […]

15. JIWA FAUSTINA DALAM KERAGUAN

KERAGUAN KARENA FAKTOR LUAR. Walaupun jiwa suster Faustina sudah sangat menyatu dengan Yesus, ia tetaplah sebagai manusia biasa yang rapuh dan lemah. Keraguan muncul karena tekanan dari luar, terutama dari penghinaan dan perendahan oleh teman-teman suster. Suster Faustina bertanya kepada Yesus: “Yesus, benarkah Engkau ini Allahku atau salah satu jenis hantu? Sebab para Muder Superiorku […]

14. KESATUAN JIWA FAUSTINA DENGAN TUHAN

Kesatuan dengan Allah merupakan tujuan hidup Faustina (BHF 729). Bagi Faustina kesatuan mesra dengan Allah merupakan kesempurnaan (BHF 457). KESATUAN MEMPELAI. Kesatuan mesra Faustina dengan Yesus bagaikan mempelai, dua pribadi yang bersatu dalam satu jiwa. Kepada Bunda Maria, Faustina mengatakan: “Bunda Allah, Maria yang amat suci, Bundaku, kini engkaulah Bundaku yang sangat istimewa sebab Putramu […]

13.SIKAP FAUSTINA TERHADAP PENDERITAAN ITU SENDIRI

Kalau kita menghadapi penderitaan, kegagalan, dan kesulitan biasanya mengeluh, marah terhadap Allah yang kita tuduh tidak adil dan tidak mengasihi. Kita juga sering membuat keputusan bodoh: tidak lagi berdoa, tidak lagi ke gereja, dan mutung untuk segala kegiatan rohani. Kalau hal itu sering kita lakukan, maka saatnya kita belajar kepada Santa Faustina dalam menyikapi penderitaannya. […]

12. SUSTER FAUSTINA MENYATUKAN SELURUH SAKIT DAN PENDERITAANNYA DENGAN DERITA SANG KEKASIH

Untuk memahami seluruh hidup Suster Faustina, terutama sakit dan penderitaannya, kita harus memahami tujuan hidupnya. Sebagaimana telah ditulis dalam no 1 tentang Tjuan Hidup Faustina, di sini akan diulang kembali tujuan hidupnya. Faustina mengatakan: “Tujuanku adalah bersatu erat dengan Allah lewat kasih, dan misiku adalah memuji serta memuliakan kerahiman ilahi” (BHF 729). “Tujuanku adalah Allah […]

11. PENYAKIT MENDERA FAUSTINA

Penderitaan Faustina tidak hanya disebabkan oleh teman-teman suster sekomunitas, tetapi juga oleh penyakit yang dideritanya dan oleh karena Gambar Kerahiman. Pada suatu hari, Bunda Allah datang mengunjungi Suster Faustina. Matanya tertunduk ke bawah. Sangat jelas bahwa ia ingin mengatakan sesuatu. Mengetahui hal tersebut, Faustina minta kepada Bunda Maria untuk memandang dirinya dan berbicara kepadanya. Dengan […]

10. PENDERITAAN FAUSTINA YANG DISEBABKAN OLEH TEMAN-TEMAN KOMUNITASNYA (2)

Tak henti-hentinya para suster teman membully Faustina sampai pada titik yang tidak bisa dipahami. Faustina mengatakan kepada Yesus: “Betapa banyaknya celaan yang harus aku terima, betapa banyaknya senyum ironis yang harus aku terima dengan hati tenang.” (BHF 662). “Penderitaan, penghinaan, cemooh, penganiayaan, dan pelecehan akan terus-menerus menjadi bagianku. Aku tidak mengenal jalan lain” (BHF 746). […]

9. PENDERITAAN St. FAUSTINA YANG DISEBABKAN OLEH TEMAN-TEMAN SEBIARA (1)

Penderitaan phisik maupun penderitaan batin, dihadapi berbeda oleh setiap orang. Ada yang berpendapat bahwa penderitaan itu sebuah takdir dari Allah. Yang lain berpendapat: penderitaan sebagai hukuman atas dosa-dosa. Orang bisa putus asa, merasa hancur hidupnya dan bunuh diri karena penderitaan. Orang lain lagi berpendapat bahwa penderitaan perlu dan berguna, karena sebagai penguji iman dan meneguhkan […]