Rabu, 17 Agustus 2022 – HR KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

C-263 – Sir 10:1-8 – “Para penguasa bertanggungjawab atas rakyatnya”
1Petr 2:13-17 – “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik” (ay 13-14)

MENUJU INDONESIA UNGGUL

    1. Kitab Yesus bin Sirakh menyajikan gambaran seorang pemimpin yang bijaksana, bertanggungjawab, dan mencintai rakyatnya. Rasul Petrus mengingatkan jemaatnya: “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”
    2. Sebagai orang beriman, kita ini sebagai warganegara Indonesia, sekaligus sebagai “warga Kerajaan Allah” (2Tes 1:5). Keduanya membutuhkan kesetiaan tertentu dari kita. Apa yang diselenggarakan oleh Negara untuk kepentingan umum, membutuhkan partisipasi kita, antara lain dengan membayar pajak. Kepada pemimpin Negara, kita perlu menaruh hormat dan mengikuti semua peraturan yang ada, berani menyuarakan kebenaran, kejujuran, dan bertanggungjawab.
    3. Kita ini milik Allah, diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1:26). Bumi serta isinya adalah milik Allah. Jadi kita ini seutuhnya milik Allah, distempel dengan gambar Allah. Karena kita ini milik Allah maka harus memberikan segalanya yang kita miliki kepada Allah. Hal ini berarti juga siap memberikan diri untuk terlibat dalam mengolah dunia dengan hidup bermartabat, terlibat dalam cita-cita pemerintah: Menuju Indonesia Unggul.

Mat. 22:15-21 – “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (ay 21)