Rabu, 18 Mei 2022

C-172 – Kis. 15:1-6 – “Paulus dan Barnabas dengan kers melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu” (ay 2)

UNTUK MENJADI ‘KATOLIK’

  1. Bab ke-15 Kisah Para Rasul ini menimbulkan banyak kesulitan bagi para ahli Alkitab. Tidak diketahui, apakah Lukas mengumpulkan di dalamnya beberapa tradisi yang berbeda-beda mengenai beberapa pertemuan para rasul atau mengenai satu pertemuan saja. Namun kiranya dapat dipastikan, bahwa melalui tulisan ini hendak diperlihatkan, betapa pentinglah bagi Gereja purba persoalan, apakah orang-orang kafir yang telah menjadi Kristen, harus diwajibkan atau tidak perlu diwajibkan menerima sunat serta Hukum Musa.
  2. Untuk memecahkan persoalan ini, di kota Yerusalem diadakan pertemuan resmi, yaitu Konsili yang pertama. Masa depan agama Kristen serta cirinya yang khas, yaitu ‘kekatolikannya’ tergantung dari pemecahan masalah ini. Kekatolikan dapat dirumuskan begini: Semua orang mempunyai kesempatan untuk menjadi murid Kristus, tanpa perlu meninggalkan kebudayaan asalnya.
  3. Di samping pertemuan resmi di Yerusalem ini mungkin diadakan juga beberapa pertemuan kecil mengenai persoalan yang sama.

Yoh. 15:1-8 – “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (ay 5)