Selasa, 17 Mei 2022

C-171 – Kis 14:19-28 – “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara” (ay 22)

YANG SETEMPAT DAN YANG UNIVERSAL

  1. Bacaan ini mengakhiri laporan Lukas mengenai perjalanan pertama rasul Paulus dan Barnabas dalam rangka pemberitaan Injil.
  2. Sebelum berangkat, kedua rasul ingin memberi dasar kuat kepada jemaat yang baru mereka bentuk itu. Mereka menguatkan hati jemaat itu terhadap penganiayaan (ay 22) serta menetapkan para penatuanya (ay 23).
  3. Penetapan para penatua tidak dimaksudkan sebagai usaha mengekang inisiatip jemaat. Paulus dan Barnabas sudah mempunyai firasat, bahwa dalam menghadapi getto-getto Yahudi, yang masing-masing memilih sekelompok tua-tua dan hidup terpisah satu sama lain, gereja-gereja setempat harus justru, dengan segala macam cara, menunjukkan ketergantungan timbal balik. Salah satu tandanya ialah hubungan yang dipelihara oleh jemaat-jemaat tersebut dengan para rasul.

Yoh. 14:27-31a – “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (ay 27)