Senin, 16 Mei 2022

C-170 – Kis 14:5-18 – “Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya” (ay 15)

BAGAIMANA BERBICARA KEPADA ORANG-ORANG KAFIR?

  1. Paulus menyembuhkan seorang lumpuh dengan cara sama seperti rasul Petrus. Lukas ingin memperlihatkan, bahwa antara kedua rasul itu tidak terdapat pertentangan. Mereka melaksanakan karya yang tepat sama.
  2. Melihat mujizat ini, khalayak ramai menyangka, bahwa dewa-dewa mereka turun dari surga (ay 11). Maka reaksi Paulus dan Barnabas tegas sekali: “Kami ini adalah manusia biasa seperti kamu” (ay 15).
  3. Yang menarik dalam pidato Paulus ialah sasarannya, yaitu orang-orang kafir. Alkitab tidak disinggung dalam pidato ini. Hal ini memang mudah dipahami. Tetapi yang aneh, Yesus Kristus pun tidak disebut nama-Nya! Dan ini agak mengherankan. Paulus memaklumkan Allah yang hidup, yang memberi kesaksian tentang diri-Nya sendiri dalam karya penciptaan dan dalam sejarah (ay 15-17).
  4. Sukar berbicara kepada orang-orang kafir. Kebenaran ini berlaku untuk masa kehidupan Paulus maupun untuk zaman sekarang. Dalam masing-masing zaman perlu ditunjuk kepada manusia ‘tanda-tanda’ yang berbicara tentang Allah. Dengan bertitik tolak dari ‘tanda-tanda’ itu, manusia dapat diantarkan kepada Kristus. Tetapi tanda-tanda manakah yang berbicara kepada manusia modern dan dapat mengantarkannya kepada Allah?

Yoh 14:21-26 – “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (ay 23)