Senin, 09 Mei 2022

C-163 – Kis. 11:1-18 – “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup” (ay 18)

MEMBUANG BEBAN UNTUK LEBIH LELUASA

  1. Cerita mengenai pertobatan Kornelius, tentu saja berasal dari dua tradisi yang berbeda-beda namun saling melengkapi. Tradisi pertama, yang jelas dipengaruhi mentalitas Yahudi-Kristen, berusama merumuskan peraturan-peraturan ketahiran, yang dapat diterapkan pada jemaat Kristen campuran, yang terdiri dari kelompok orang bersunat dan kelompok orang yang tidak bersunat dan saling bertemua di meja makan yang saja. Tradisi ini menyimpulkan, bahwa “orang-orang yang tidak tahir” telah ditahirkan melalui pertobatan. Jadi tidak ada alasan untuk menyingkirkan mereka dari persatuan dan persaudaraan.
  2. Tradisi kedua, yang secara khusus terasa dalam ayat 1, 11-18, memusatkan perhatiannya pada Kornelius. Seluruh kejadian yang berhubungan dengan Kornelius ini dipandang sebagai sebuah titik tolak bagi sebuah perkembangan yang baru. Sebab mulai saat itu Gereja, yang mulai meluaskan sayapnya ke dunia luas, membmebaskan diri dari beban peratura-peraturan yang menghambat karyanya.
  3. Namun kedua tradisi ini saling melengkapi. Sebab dapatkah diadakan dialog dengan dunia, selama halangan-halangan yang muncul dalam jemaat sendiri, belum teratasi?

Yoh. 10:1-10 – “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput” (ay 9)

Leave a Reply