Jumat, 06 Mei 2022

C-160 – Kis. 9:1-20 – “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel” (ay 15)

PERTOBATAN YANG TIDAK DAPAT DITAWAR-TAWAR

  1. Lukas, yang pada umumnya mengungkapkan gagasannya secara singkat, berpendapat bahwa pertobatan Paulus di perjalanan menuju Damsyik sebaiknya diceritakannya sebanyak tiga kali. Lukas memang harus membuktikan panggilan kerasulan Paulus. Hal ini penting, sebab Paulus tidak termasuk kelompok keduabelas rasul dan tidak pernah mengenal Yesus.
  2. Dalam cerita ini digambarkan, bahwa Paulus melihat Yesus yang bangkit, sama seperti kedua belas rasul lainnya dan bahwa Tuhan Yesus mengutus dia sebagai pewarta, sama seperti halnya dengan rasul-rasul lain. Setelah dipenuhi Roh Kudus, sama seperti kedua belas rasul pada hari raya Pentakosta, Paulus segera, seperti mereka itu, berniat memberitakan Injil (ay 20). Penderitaan yang akan dialaminya (ay 16) akan membenarkan misinya.
  3. Akan tetapi untuk menjadi rasul sedemikian, terlebih dahulu Paulus harus bertobat. Artinya ia harus mengakui, bahwa kemuliaan Allah menjadi milik Kristus serta menyadari, bahwa Kristus itu hadir dalam diri pengikut-pengikut-Nya yang sebelumnya dianiaya olehnya.

Yoh. 6:52-59 – “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (ay 54)