Rabu, 04 Mei 2022

C.158 – Kis. 8:1b-8 – “Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu” (ay 6)

‘MENGUATKAN’ TANPA MEREBUT BAGI DIRINYA SENDIRI

  1. Samaria merupakan suatu wilayah kegiatan kerasulan yang tidak ditangani oleh para rasul saja. Prakarsa untuk mewartakan Injil di situ dicetuskan oleh seorang yang tidak termasuk kelompok kedua belas rasul dan pasti tidak menganut paham mereka, yaitu oleh Filipus, “seorang Yunani.” Lagipula perlu diingat, bahwa orang-orang Samaria dipandang rendah oleh orang-orang Yahudi.
  2. Mengingat semuanya ini, peletakan tangan para rasul atas orang-orang Kristen di Samaria, merupakan semacam ‘penguatan’ terhadap karya yang dimulai Filipus. Mulai saat peletakan tangan itu, jemaat baru di Samaria menjadi salah satu bagian Gereja univeral, tanpa kehilangan otonominya sendiri.

Yoh. 6:35-40 – “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (ay 35)