Selasa, 26 April 2022

C-150 – Kis. 4:32-37 – “Dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah” (ay 33)

KEBANGKITAN DAN KESETIAKAWANAN

  1. Kebersamaan dalam memiliki harta kekayaan, dilukiskan Lukas sebagai salah satu ciri khas jemaat Kristen purba. Kebersamaan itu dijadikan oleh mereka sebuah sarana untuk bersaksi tentang kebangkitan Kristus (ay 32.34-35).
  2. Sesungguhnya pengarang mengidealisasikan keadaan. Sebab penyerahan harta demi keperluan jemaat tidak dipraktekkan oleh semua orang Kristen pertama. Dalam kisah mengenai Ananias dan Safira dengan jelas ditegaskan oleh Petrus, bahwa penyerahan harta demi kebutuhan bersama merupakan keputusan bebas masing-masing orang. Jangan pula kita menilai keadaan jemaat purba itu sebagai bukti penerapan suatu sistem ekonomi atau sosial khusus. Orang-orang Kristen pertama menyerahkan harta bendanya, sebab mereka ingin secara istimewa mengungkapkan kesetiakawanan dan persahabatan mereka dengan sauda-saudara seiman. Lukas melebih-lebihkannya, sebab ia yakin, bahwa dalam masa penantian akan akhir zaman, manusia harus secara total melepaskan diri dari segala sesuatu.
  3. Sekarang pun orang-orang Kristen dipanggil Tuhan untuk menyatakan kerinduan hatinya akan persahabatan dan kerukunan dengan semua orang melalui tindakan-tindakan konkret dan keterlibatan yang nyata. Justru dalam tindakan-tindakan semacam ini, dan mungkin dalam tindakan-tindakan semacam ini saja, kehadiran Yesus yang mulia di tengah-tengah para murid-Nya, akan tampak dengan nyata!

Yoh. 3:7-15 – “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (ay 14-15)