Senin, 25 April 2022 – PESTA ST. MARKUS, Penulis Injil

C-149 – 1Ptr 2:4-9 – “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada tangan-Nya yang ajaib” (ay 9)

UMAT ALLAH SEJATI

  1. Bacaan ini memuat bagian terakhir dari sebuah homili Paskah kuno.
  2. Yang menjadikan umat diperkenan oleh Allah, yang menjadikannya sungguh berhak atas pemakaian gelar ‘umat Allah,’ yang selama ini dikhususkan bagi umat Israel saja, ialah persekutuannya dengan Yesus yang telah bangkit.
  3. Kristus yang telah wafat dan bangkit adalah batu yang hidup. Ia boleh dihampiri manusia (ay 4). Dia bukan seperti gunung Sinai yang tidak dapat didekati manusia tanpa bahaya mati. Sedangkan umat yang diperkenan oleh Allah ialah “suatu bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri” (ay 9). Umat itu dapat dikenal dari ibadat rohani (ay 5) dan dari panggilan untuk memberitakan Injil (ay 9).
  4. Gagasan ini sedikit pun tidak dirasuki partikularisme yang picik. Seluruh perhatiannya tertuju pada keterlibatan pribadi masing-masing manusia dalam pelayanan terhadap Tuhan dan sesama.

Mrk 16:15-20 – “Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” (ay 20)