Senin, 11 April 2022

C-135 – Yes. 42:1-7 – “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum” (ay 3).

TERANG BANGSA-BANGSA?

  1. Orang-orang Yahudi hidup terpencar-pencar di antara pelbagai bangsa. Penyusun madah pertama mengenai “Hamba Yahwe” ini merenungkan makna terpencarnya saudara-saudaranya dalam rangka pelaksanaan rencana Allah.
  2. Selaku terang untuk bangsa-bangsa (ay 6), Hamba-Israel akan menyatakan diri sampai ke ujung-ujung bumi (ay 4). Sebab ia akan membawa hukum kepada semua orang (ay 1.3.4). Hukum itu akan menjadi sumber pembebasan bagi orang-orang yang tertindas (ay 7). Tugas ini akan dilaksanakan olehnya melalui keterlibatan pribadi dan dialog, melalui kehalusan tingkah laku dan kepercayaan yang teguh (ay 3). Oleh karena itu terpencarnya di antara bangsa-bangsa, yang memberi kesempatan unik untuk bertukar pikiran dan mengadakan hubungan yang luas, hendaknya dimanfaatkan oleh Israel dengan sebaik-baiknya.
  3. Kristus akan mengambil alih peranan Hamba itu. Ia akan menjalankan tugas-Nya dalam kebenaran. Agama yang tampaknya ruwet akan disarikan-Nya menjadi suatu penyerahan yang serupa dengan penyerahan seorang anak kepada bapaknya. Penyerahan sedemikian dapat dilaksanakan oleh setiap manusia, entah apa pun kebudayaan atau bangsanya.
  4. Seturut teladan Kristus, orang-orang Kristen pun mempunyai tugas yang sama. Terpencar-pencar di antara pelbagai manusia, mereka harus menjadi saksi suatu sikap, yang secara ringkas dapat diungkapkan dalam kata “Ya.” Sebab dalam setiap keadaan hidupnya mereka itu harus memberi kesaksian tentang penyerahan total mereka terhadap Allah.

Yoh. 12:1-11 – “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengngat hari penguburan-Ku” (ay 7)