264. Sabda Yesus (28:18-20)

Dan ajarlah mereka – 28:20
Yesus menyuruh para murid-Nya mengajar. Yesus sendiri mengajar sehingga Ia harus diteladani. Dalam Injil Matius soal mengajar dan ajaran merupakan salah satu tema yang sangat penting. Injil Kerajaan (Mat 4:23; 9:35; 24:14) dapat dan harus diajarkan dalam rangka katekese, formasi para calon baptisan dan didikan jemaah. Manusia yang sudah beriman dan yang kemudian dibaptis, harus diperkuat melalui didikan khusus.

Yang telah Kuperintahkan kepadamu – 28:20
Apa yang harus diajarkannya? Melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Kata melakukan dan memerintahkan menyatakan kehendak Allah serta wibawa Yesus yang memberi perintah-perintah serta hukum selaku Kyrios. Wibawa Yesus itu sudah dialami para rasul melalui Khotbah di Bukit, khususnya dalam antitesis-antitesisnya. Perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan Yesus itu jangan dibatasi pada “perintah-perintah moral” saja, sebab apa saja yang diajarkan Yesus, harus dipatuhi. Sabda-sabda Bahagia, misalnya, bukan peraturan, melainkan pemberitaan, namun justru pemberitaan semacam ini menjadi pedoman hidup murid-murid Yesus. Seluruh Injil adalah ajaran tentang cara hidup Gereja yang benar. Seluruh ajaran ini harus diajarkan tanpa dibeda-bedakan.
Kata memerintahkan dipakai oleh Matius beberapa kali (Mat 4:6; 15:4; 17:9; 19:7).

Aku menyertai kamu senantiasa – 28:20
Bagian ketiga teks ini berisi suatu janji dan rumusannya berdekatan dengan gaya bahasa PL. Melalui rumusan seperti, Aku ada bersamamu selalu, Yahwe memberi jaminan tentang kehadiran-Nya kepada seseorang, seorang nabi atau bahkan segenap umat. Ia ada dalam arti “menolong secara aktif,” berbelas kasih dan siap menyelamatkan manusia baik dalam kesusahan dari luar maupun dalam kemelut iman. Yahweh berjanji tidak meninggalkan umat-Nya sendirian. Jaminan yang sama diberikan oleh Yesus-Kyrios, tetapi bukan hanya kepada para rasul yang pada waktu itu ada di Galilea, melainkan kepada segenap umat-Nya tanpa batas waktu dan lokasi. Janji Yesus ini harap dikaitkan dengan Imanuel yang searti dengan “Allah menyertai kita” (Mat 1:23). Yesus adalah Imanuel, kehadiran ilahi (syekinah) di tengah umat-Nya yang mengambil keputusan, mengadakan studi, berdoa, memberitakan, membaptis, dan mengajar. Gereja tidak perlu mencari guru-guru baru ataupun ajaran-ajaran baru. Semua yang mereka cari sudah ada di dalam Yesus, Tuhan dan Guru serta Putra Allah.

Sampai akhir zaman – 28:20
Lamanya zaman/waktu tunduk kepada Yesus sebagai Tuhan. Waktu itu mulai dengan kebangkitan Yesus dan akan berakhir bersamaan dengan kedatangan Kerajaan Allah secara penuh.

SERI TAMAT
Trima kasih atas segala perhatian, keterlibatan Anda semua dalam usaha mendalami Kitab Suci ini.