263. Sabda Yesus (28:18-20)

Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa – 28:18
Kuasa yang diberikan oleh Allah kepada Yesus tidak terbatas, baik dalam kepenuhannya maupun dalam intensitasnya; ia meliputi seluruh kosmos (langit dan bumi) sehingga sama dengan kuasa Allah yang digambarkan dalam PL sebagai Pencipta dan Penyelenggara segala sesuatu.
Untuk pertama kalinya Yesus bicara tentang kuasa-Nya dalam 7:29, “Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa.” Inilah kuasa atas Kerajaan Allah (Dan 7:14; 2Taw 36:23; Mat 6:10).

Karena itu, pergilah – 28:19
Sebagai Kyrios/Tuhan universum Yesus dapat memberi misi universal serta mengikat semua orang kepada diri-Nya dengan memanggil mereka ke dalam status murid. Dialah Tuhan satu-satunya dan sejati. Tanpa hentinya Ia dapat hadir sebagai Tuhan dunia dan dengan sendirinya sebagai Tuhan sejarah juga.
Instruksi Tuhan dirumuskan dan disusun dengan cara teliti dan menyangkut masa kini. Di dalamnya ada instruksi umum: pergi, instruksi rinci: jadikanlah semua bangsa murid-Ku, serta penjelasan tentang cara instruksi tersebut dapat dilaksanakan (baptis, ajarlah).

Jadikanlah semua bangsa murid-Ku – 28:19
Inilah penegasan utama dalam instruksi Yesus:  Semua bangsa harus dijadikan murid Yesus.
Dengan mengatakan semua bangsa digarisbawahi bahwa tidak ada satu bangsa (+ budayanya) pun yang dikecualikan. Bangsa Yahudi termasuk pula. Perhatikanlah kata-kata bernada “segala”: Segala kuasa; semua bangsa; segala sesuatu yang telah Kuperintahkan; senantiasa. Misi universal ini cukup mengejutkan bila diingat apa yang dikatakan dalam 10:6; 15:24, walaupun misi kepada orang-orang kafir sudah dapat diduga berdasarkan beberapa perikop dan ayat terdahulu.
Ungkapan menjadikan murid dalam bahasa Yunani hanya satu kata saja, yaitu matheteuo. Ini lebih dari “memberitakan” (kerysso) yang terdapat dalam ayat-ayat sejajar (yaitu Mrk 13:10; 14:9; 16:15; Luk 24:47). Maksudnya bukan hanya memperkenalkan amanat, melainkan menjalin suatu relasi akrab dan personal dengan orang-orang yang dihadapi. Modelnya ialah relasi antara Yesus historis dengan murid-murid yang dipanggil-Nya. Mereka dipanggil untuk mengikuti-Nya. Ia mendidik mereka. Ia berusaha menarik mereka kepada diri-Nya. Inilah model normatif bagi semua orang Kristen.
Penegasan tentang “menjadikan semua bangsa murid Yesus” dibutuhkan oleh Gereja masa itu. Di antara anggota-anggotanya ada yang heran bahwa Allah memanggil orang-orang kafir ke dalam Gereja (Kis 11:18; Gal 2:9).

Baptislah mereka dalam nama – 28:19
Segala bangsa harus dijadikan murid Yesus dengan dua cara, yaitu mereka harus dibaptis dan diajar. Menurut sekelompok penafsir, untuk menjadi murid, orang harus menerima terlebih dahulu baptisan; baru sesudahnya diberi pengajaran mengenai kehidupan moral. Untuk menjadi Kristen dalam arti “murid,” orang harus dibaptis dan menerima pengajaran; dua-duanya menentukan status Kristen.
Pengajaran itu harus dipandang sebagai suatu didikan persiapan kepada baptisan, katekese pra-baptis. Tidak ada alasan apa pun untuk mengira bahwa dalam komunitas Matius baptisan diberikan begitu saja, tanpa pengajaran dulu. Bagaimana orang dapat mengerti rumus “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” kalau ia belum pernah diajarkan mengenai Trinitas?

Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus – 28:19
Dapat dipastikan bahwa kata-kata, Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus adalah rumus baptisan yang dicantumkan oleh Mat dalam Injilnya berdasarkan praktik kuno dalam jemaahnya. Rumus ini dibuka dengan kata-kata Yunani, eis to onoma (dalam nama), dan artinya satu saja: atas/oleh/kuasa/wewenang.
Rumus baptisan ini mengungkapkan suatu kenyataan yang berkali-kali disinggung dalam Sinoptisi, yaitu relasi erat antara kehidupan dan karya Yesus dengan Bapa-Nya dalam Roh Kudus.