262. Kesebelas murid di Galilea (28:16-17)

Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea – 28:16
Kesebelas murid Yesus (tanpa Yudas Iskariot) pergi ke Galilea sesuai dengan perintah yang mereka terima dari malaikat (Mat 28:7) dan yang hampir serupa dengan pesan Yesus kepada perempuan-perempuan (Mat  28:10). Kenyataan ini menunjukkan adanya hubungan erat antara teks ini dengan kisah tentang kubur. Dengan meninggalkan Yerusalem, kesebelas murid kembali ke wilayah pemberitaan awal (Mat 4:17).
Matius tidak menggunakan di sini kata rasul yang pada waktu itu belum bermuatkan arti t eologis seperti sekarang dan yang jumlahnya tampaknya tidak terbatas secara ketat pada angka 12 seperti dalam Injil Lukas. Mat lebih suka bicara tentang murid untuk menegaskan relasi personal seseorang dengan Yesus. Dalam arti demikian pula ia bicara tentang murid dalam ayat 16-20.
Galilea disebut di sini terutama karena alasan-aasan teologis. Yesus yang sudah bangkit bergabung dengan murid-murid-Nya di tempat Ia berkarya sebelumnya. Dengan cara ini ditegaskan kesinambungan antara Yesus-historis dengan Yesus-iman (yang sudah bangkit). Kesinambungan ini secara khusus ditekankan dalam ayat 20a (“ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”).

Ke bukit – 28:16
Bukit/gunung untuk pertama kalinya disebut dalam bab 5 lalu dengan cara serupa dalam bab 15 (lalu menyusul kisah tentang pergandaan roti). Tetapi, sungguh tidak pasti apakah kesebelas murid itu benar-benar naik bukit tertentu. Bagi orang-orang Yahudi kata bukit/gunung terutama searti dengan tempat terjadinya wahyu ilahi (Mat 17:1.7). Yang penting di sini bukannya bukit melainkan sabda yang disampaikan Yesus dan yang dituruti oleh murid-murid-Nya.

Ketika melihat Dia – 28:17
Mat sama sekali tidak mau menggambarkan Yesus yang bangkit itu: Ia tidak mengatakan sepatah kata pun tentang penampilan-Nya, gerak-gerik-Nya, apakah Yesus berjalan, berdiri, duduk, makan. Tidak ada juga catatan tentang waktu terjadinya wahyu ini (hari Minggu atau hari biasa?) maupun tentang sejumlah murid lain yang diseut dalam kitab-kitab Injil lain, antara lain Kleopas, Maria Magdalena. Mat tidak menyebut pula apa-apa tentang “kenaikan” Yesus yang – dalam kisahnya – tampaknya menyatu dengan kebangkitan-Nya.

Mereka menyembah-Nya – 28:17
Yesus disembah! Inilah yang ingin digarisbawahi oleh Matius. Melalui sembah ini, keagungan Yesus diakui (Yesus disembah oleh para majus, oran sakit kusta, murid-murid di dalam perahu, perempuan Kanaan). Ini sembah keagamaan bercorak liturgis. Di dalamnya terasa iman akan kuasa Yesus yang disebut dalam ayat 18.

Tetapi beberapa orang ragu-ragu – 28:17
Catatan tentang ragu-ragu ini terasa aneh, sedangkan ketepatan terjemahannya dari bahasa Yunani tidak dapat dipastikan. Sebab kata beberapa dapat mengacu kepada beberapa orang dari kelompok yang tadinya disebut “kesebelas,” atau kepada beberapa orang di luar kelompok itu. Perlu diketahui bahw Mat menggunakan kata ragu-ragu/bimbang di sini saja dan dalam 14:31, dan dalam kedua kasus itu yang ragu-ragu ialah murid Yesus. Yang “diragu-ragukan” ialah apakah orang yang dihadapi itu benar-benar Yesus.