Selasa, 05 April 2022

C-129 – Bil.21:4-9 – “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup” (ay 8)

ULAR TEMBAGA

  1. Ibadat resmi yang diselenggarakan di dalam Bait Allah ternyata tidak menghalangi adanya sisa pemujaan berhala di kalangan bangsa Yahudi. Salah satu contohnya ialah pemujaan ular tembaga. Oleh karena pemujaan ini sampai sekarang belum berhasil diberantas, maka penyusun hikayat ini berusaha mengatasinya dengan caranya sendiri. Dalam keadaan mana pun – katanya – manusia harus menaruh seluruh pengharapannya pada Yahwe, biarpun hatinya masih belum sanggup melepaskan diri sepenuhnya dari sisa kekafiran.
  2. Iman yang sama lebih-lebih dibutuhkan manusia yang memandang Yesus di kayu salib. Sebab hanya berkat iman, manusia dapat yakin bahwa wafat Yesus di salib membawa keselamatan dan merupakan jaminan akan terciptanya suatu umat manusia yang baru.

Yoh. 8:21-30 – “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku” (ay 28)