261. Semua Bangsa Murid Yesus (Mat 28:16-20)

Perintah khusus
Dalam Luk 24:47+ tercatat sejenis “perintah misi” (Bunyinya, Dalam nama-Nya (=Mesias) berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala banga, mulai dari Yerusalem). Perintah ini ada pula dalam Mrk 16:15 (isinya, Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk). Pada akhir hidup-Nya, ataupun selaku Kyrios yang sudah dibangkitkan, Yesus dapat saja menugaskan murid-murid-Nya untuk memberitakan kabar baik di seluruh dunia. Tidak seragamnya teks-teks mengenai hal ini malah memperkuat keyakinan itu. Dan seandainya tidak ada suatu teks berisi perintah semacam ini secara eksplisit, praktik pemberitaan Gereja masa awal sulit dijelaskan tanpa adanya perintah yang demikian.

Kosakata gerejawi
Dalam teks Mat ini, masalah-masalah yang menyangkut hubungan antara suatu perintah asli Yesus dengan aktivitas komunitas Kristen masa awal ternyata sangat rumit. Sebab dalam teks ini muncul kosakata khas gerejawi, khususnya perintah membaptis yang berkaitan dengan perintah misi dengan rumusan Triniter. Ritus pembaptisan yang menunjukkan bahwa teks ini tercipta belakangan. Dalam teks-teks lain PB hanya dikenal baptisan dalam nama Yesus. Maka, pendapat para ahli mengenai teks ini terbagi; ada yang mengaitkan intinya dengan Yesus sendiri dan ada yang yakin sekali bahwa teks ini diciptakan oleh komunitas Kristen sendiri.
Berdasarkan penyelidikan sastra terhadap teks ini semakin diyakini bahwa ayat-ayatnya dalam bentuk spesifiknya sekarang tercipta oleh penulisnya sendiri. Isinya cocok dengan kosakatanya dan gagasan khas baginya, lagi pula berperan sangat penting dalam keseluruhan kitabnya.

Satu pertemuan saja
Dibanding dengan Sinoptisi lain, Mat dalam Injilnya menceritakan sekali saja pertemuan Yesus yang sudah bangkit dengan kesebelas murid-Nya. Mat sama sekali tidak bicara tentang kenaikan Yesus dan akhir penampakan-penampakan-Nya di bumi ini. Berdasarkan teks ini justru dapat disimpulkan bahwa Yesus yang telah bangkit datang kepada Gereja-Nya untuk tinggal bersamanya sampai akhir zaman. Maka, kisah ini sesungguhynya tidak menceritakan penampakan Yesus yang bangkit melainkan semacam “parusia” terbalik: Anak Manusia yang sudah dimuliakan datang kepada Gereja-Nya dengan kuasa kosmik untuk memulai kerajaan universal-Nya. Selama hidup-Nya Yesus memiliki kuasa itu, tetapi kini Ia datang sebagai kosmokrator dengan seluruh kuasa untuk menegakkan kerajaan-Nya yang universl melalui misi universal.

Pembagian teks ini
Teks ini dapat dibagi dua:
Mat 28:16-17 – Kesebelas murid di Galilea;
Mat 28:18-20 – Sabda Yesus.