260. Perempuan-perempuan menerima amanat (28:5-10)

Mereka segera pergi dari kubur itu – 28:8
Penampakan malaikat yang diceritakan dalam ayat 5-6 dan penampakan Yesus yang diceritakan dalam ayat 9-10 dipisahkan oleh ayat 8. Isinya berupa kesan yang ditimbulkan oleh berita tentang kebangkitan Yesus pada perempun-perempuan itu. Mrk hanya menggarisbawahi rasa takut yag menguasai perempuan-perempuan itu!; rasa takut itu menjadi sebab tersumbatnya mulut mereka sehingga akhirnya tidak jelas apakah mereka menyampaikan atau tidak menyampaikan amanat malaikat kepada para rasul. Cerita Mat berbeda: Menurut dia perempuan-perempuan itu dengan takut dan dengan sukacita yang besar berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Wanita-wanita itu takut (Mat  14:26), sebab mereka baru saja menghadapi intervensi ilahi luar biasa. Tetapi, mereka juga bersukacita, sebab kata-kata malaikat memberi mereka kepastian bahwa kehadiran ilahi adalah bagi mereka tanda keselamatan. Sukacita serupa dialami oleh para majus ketika mereka melihat bintang (Mat 2:10) serta para gembala (Luk 2:10). Boleh juga dikatakan bahwa dalam peristiwa kubur terjadi suatu manifestasi penghakiman ilahi yang menyebabkan perbedaan di antara manusia: Ketakutan membuat orang yang tidak percaya menjadi tidak berdaya/seperti mati, tetapi ketakutan itu berubah menjadi sukacita dan energi baru pada mereka yang hatinya terbuka bagi iman. Perempuan-perempuan itu meninggalkan kubur dengan cepat-cepat dan berlari-lari sesuai dengan irama cepat seluruh kisah ini.

Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka – 28:9
Kisah singkat tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan-perempuan itu tentu saja harus dikaitkan dengan kisah penamapakan Yesus kepada Maria Magdalena (Yoh 20:11-18). Dipertanyakan manakah dari kedua penulis ini lebih tepat secara historis: Yoh (yang memusatkan perhatian pada satu orang saja) atau Mat (yang bercerta tentang dua perempuan). Bagaimanapun kedua kisah inimempunyai beberapa unsur serupa/sama: Ada penampakan Yesus tidak lama sesudah melihat kubur kosong; ada sembah sujud dan pelukan kaki sebagai ungkapan cinta kepada Yesus (Yoh 20:17); ada juga esan Yesus bagi “saudara-saudara-Nya. Perlu diketahui bahwa penampakan Yesus yang diberitakan oleh Mat ini tidak disebut dalam daftar yang tersaji dalam 1Kor 15:5-7.
Pertemuan dengan Yesus ini diceritakan secara sederhana sama seperti perjumpaan lain dengan-Nya semasa Ia masih hidup. Yesus mendekati perempuan-perempuan itu tanpa suatu tanda kemuliaan dan menyapa mereka secara biasa, Salam bagimu. Namun, dalam sapaan ini terasa pula sora sukacita karena berita keselamatan (Zef 3:14; Yl 2:21; Za 9:9). Hal yang sama terasa dalam pemberitahuan Malaikat Gabriel kepada Maria (Luk 1:28). Kalau sapaan itu dipahami demikian, maka Yesus tidak berkata, “Salam bagimu,” tetapi, “Bersukacitalah kalian!” (Y: khairete). Lagi pula ungkapan, “Jangan t akut!” dalam ayat 10 dan “Mereka akan melihat Aku” tidak berbeda dengan suatu pemberitahauan.

Memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya – 28:9
Setelah mengenal Yesus, perempuan-perempuan itu menyembah-Nya dan memeluk kaki-Nya. Tindakan ini (Mat 8:2; 9:18; 14:33) anggun sekali dan sekaligus mengungkapkan sukacita perempuan-perempuan itu karena dapat melihat Yesus lagi. Sama seperti malaikat, Yesus pun minta supaya mereka tidak takut, lalu pergi kepada saudara-saudara-Ku supaya mereka pergi ke Galilea. Perintah, pergi tampaknya bernada desakan supaya murid-murid itu jangan sampai terlambat.

Katakanlah kepada saudara-saudara-Ku – 28:10
Ungkapan biasa murid-murid (ay 7) diganti di sini dengan saudara-saudara-Ku. Lewat ungkapan ini Yesus yang sudah bangkit mengungkapkan keakraban jenis baru yang mengikat diri-Nya dengan para murid-Nya. Dalam ungkapan ini terasa pula pengampunan-Nya atas kegagalan mereka selama sengsara-Nya (Yoh 20:17)