Minggu, 03 April 2022

C-127 – Yes: 43:16-21 – “Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang b elantara” (ay 19)

SETIAP SAAT BISA TERULANG PERISTIWA KELUARAN

  1. Nabi berseru kepada bangsa Israel yang sedang menderita di pembuangan. Untuk menyemangatinya, nabi berusaha membuka hati mereka akan masa mendatang. Kembalinya mereka dari pembuangan – katanya – akan disertai keajaiban-keajaiban yang lebih mengagumkan daripada yang terjadi pada Keluaran orang-orang Ibrani dari negeri Mesir. Keluaran yang baru akan lebih luar biasa daripada Keluaran pertama.
  2. Penyusun teks ini, yang lalzimnya disebut Deutero-Yesaya, yakin sedalam-dalamnya akan keesaan Allah. Dengan sendirinya pula ia yakin akan kesatuan sejarah. Bagaimana mungkin menggambarkan masa mendatang tanpa mengingat kembali akan masa yang lampau? Bukankah setiap peristiwa ditandai keinginan dasar yang sama, yaitu mencapai kemerdekaan?
  3. Namun di samping itu, sejarah bukan saja semacam pengulangan peristiwa dari masa lampau! Sejarah adalah suatu gerakan maju menuju perkembangan baru. Masa depan selalu lebih kaya daripada masa yang lampau. Oleh karena itu “hal-hal yang dahulu janganlah diingat-ingat kembali” (ay 18). Bila Allah bertindak, segala-galanya menjadi baru (ay 19).

Yoh. 8:1-11 – “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (ay 7)