258. Para penjaga yang mati ketakutan (28:2-4)

Tiba-tiba terjadilah – 28:2
Di tempat ini aslinya muncul kata Yunani, kai idou, lihatlah, kata akesukaan Mat (bacalah komentar pada 1:20 dan 3:16).

Gempa bumi yang hebat – 28:2
Gempa bumi diungkapkan oleh penulis Injil ini dengan kata Yunani seismos yang sudah dipakainya dalam kisah tentang taufan diredakan (Mat 8:24). Ini sebuah kata populer dalam sastra apokaliptik.
Menurut Injil Matius (dan hanya dalam Injil itu) gempa bumi terjadi pula sesudah Yesus wafat di salib (Mat 27:51+). Di sini gempa bumi tentu menyebabkan bergesernya batu yang menutupi kubur. Tetapi, Mat tidak memperhitungkan faktor alami ini. Ia berbicara tentang gempa bumi sebab memandangnya sebagai tanda misterius dari suatu kenyataan transenden-ilahi. Tradisi memang bicara tentang batu yang digulingkan, tetapi barangkali hanya untuk menegaskan bahwa kubur itu memang terbuka (Mrk 16:3+).
Dalam PL, gempa bumi adalah salah satu tanda kehadiran Yahweh. Gempa terjadi pada saat teofani di Sinai dan di Horeb (di Sinai: Kel 19:18; di Horeb: 1Raj 19:11). Secara umum dikatakan bahwa bumi bergetar di hadapan wajah Tuhan (Mzm 114:7). Tema ini secara khusus muncul dalam cerita tentang “Hari Yahweh” (Yes 13:13; Yl 2:10; 4:16): Allah turun tangan secara definitif sebagai Hakim sejarah.
Dapat disimpulkan bahwa gempa bumi di daerah kubur menyatakan suatu aksi Allah misterius. Ia berkarya dengan cara yang sama seperti pada intervensi-intervensi penting Yahweh dalam sejarah keselamatan, sekaligus menegaskan makna eskatologis kebangkitan Yesus; dalam kebangkitan itu kuasa penghakiman ilahi justru nyata dengan amat jelas.
Seorang malaikat Tuhan turun dari langit – 28:2
Gempa bumi mempersiapkan gambaran meriah tentang turunnya seorang malaikat Tuhan dari langit. Malaikat Tuhan sudah disebut dalam bab pertama Injil Matius (Mat 1:20.24; 2:13.19). Malaikat itu mengingatkan “Malaikat Yahweh” dari PL. Tetapi, yang menarik ialah ungkapan tidak lazim berupa turun dari langit yang hendak menegaskan bahwa dunia surgawi mengambil bagian aktif dalam misteri yang terjadi pada kubur Yesus.

Datang ke batu … menggulingkannya … duduk – 28:2
Walapun kedatangan malaikat Tuhan diiringi gempa bumi, namun secara langsung malaikat ditunjuk sebagai pelaku penggulingan batu. Malaikat itu akhirnya duduk di atas batu itu sebagai tanda kemenangan atas segala usaha manusiawi untuk membungkamkan Yesus selama-lamanya (Mat 27:66). Kebangkitan Yesus belum disebut dalam ayat ini tetapi pembaca kisah ini sadar bahwa kuasa Allah sudah berkarya secara khusus.

Wajahnya bagaikan kilat – 28:3
Sesudah mensinyalir kedatangan dan intervensi malaikat, Mat berusaha menggambarkan malaikat itu secara bertahap. Wajah malaikat itu bersinar luar biasa, sedangkan pakaiannya putih bagaikan salju. Kedua unsur ini menjadi ciri khas manifestasi agung Allah dalam Kitab Suci. Dalam Kitab Daniel, wajah Anak Manusia mirip cahaya kilat (Dan 10:6) dan Yang Lanjut Usianya berpakaian putih seperti salju (Dan 7:9). Kecemerlangan Yesus yang telah berubah rupa dilukiskan dengan cara serupa (Mat 17:2).

Penjaga-penjaga itu pun gentar ketakutan – 28:4
Penjaga-penjaga ini sudah disebut dalam kisah sebelumnya, “Keesokan harinya … datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata, ‘Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya daripada yang pertama.’ Kata Pilatus kepada mereka, ‘Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.’ Maka, pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya (Mat 27:62-66). Lanjutan kisah ini terdapat dalam Mat 28:11-15, dan isinya sebagai berikut, “Datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, ‘Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Apabila hal ini terdengar oleh gubernur, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.’ Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Cerita ini tersebar di antara orang Yahudi sampai sekarang.”
Manifestasi kuasa ilahi selalu menimbulkan perasaan takut dalam diri setiap manusia. Kalau manusia yang mengalaminya menutup diri terhadap turun tangan Allah, maka kuasa ilahi jadi tak berdaya. Tetapi, kalau manusia terbuka hatinya sebab mencari Allah, maka rasa takutnya berubah menjadi sukacita dan mendorongnya untuk berkarya. Kebenaran patokan ini menjadi nyata dalam sikap perempuan-perempuan yang ditampilkan dalam kisah ini.
Para penjaga menjadi seperti orang-orang mati, tulis Matius. Padahal mereka justru diperintahkan menjaga orang mati! Justru Yesus yang telah wafat, kini sudah hidup, sedangkan para penjaga tampak seperti orang mati.