Senin, 28 Maret 2022

C-121 – Yes 65:17-21 – “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati” (ay 17)

DARI MASA LAMPAU MENUJU MASA MENDATANG

  1. Teks ini dengan tepat mencerminkan perubahan pemikiran keagamaan bangsa Israel yang terjadi dalam masa pembuangan mereka ke Babel. Gagasan-gagasan pokok pemikiran itu, seperti penciptaan dan firdaus, yang selama ini dihubungkan oleh orang-orang Israel dengan masa lampau dan dengan zaman awal mula dunia yang penuh bahagia itu, kini dihubungkan dengan masa mendatang. Sejak pembuangan, Israel lebih suka berbicara mengenai “langit yang baru” dan “bumi yang baru” (ay 17). Hal-hal yang terjadi dahulu tidak diingat lagi (ay 17).
  2. Masa sekarang selalu harus dinilai dalam perspektip masa depan dan bukan dalam perspektif masa yang lampau. Masa depan menjadikan manusia kreatif, sedangkan keteritakan pada masa lampau menghanyutkan manusia ke dalam sikap konservatif dan kolot.
    3. Bukankah dengan cara demikian dapat dijelaskan juga asal-usul timbulnya krisis di dalam Gereja?

Yoh 4:43-54 – “Pergilah, anakmu hidup!” (ay 50)