254. Makam Yesus dijaga (Mat 27:62-66)

Tradisi khusus
Seluruh kisah Matius tentang para penjaga makam Yesus diambil oleh Mat dari suatu tradisi yang dipelihara oleh umat Kriten sederhana. Mat memang rajin mengumpulkan tradisi yang demikian. Contohnya yang lain ialah kisah tentang kematian Yudas dan uang darah (27:3-10), kisah tentang mimpi istri Pilatus (27:19), kisah tentang Pilatus yang mencuci tangan dan menyatakan dirinya tidak bertanggungjawab atas kematian Yesus (27:24-25), dan kisah tentang peristiwa-peristiwa kosmis pada saat Yesus wafat (27:51b-53).

Keesokan harinya – 27:62
Kisah ini dibuka dengan dua petunjuk waktu, yakni keesokan harinya, dan sesudah hari persiapan. “Hari persiapan” ialah hari menjelang hari Sabat. Jadi, para imam kepala dan orang-orang Farisi pergi menghadap Pilatus pada hari Sabat, pagi-pagi benar, sebelum terbitnya matahari..

Imam kepala … orang Farisi – 27:62
Dalam kisah ini Mat menampilkan imamm-imam kepala dan orang-orang Farisi sebagai pelaku utama. Dalam seluruh kisah Sengsara Yesus, Mat memperkenalkan para imam kepala dan para tua-tua sebagai musuh utama Yesus. Para imam kepala disebutnya 15 kali, tetapi orang Farisi hanya sekali, justru dalam ayat ini saja. Seandainya ini benar sercara historis, maka orang-orang Farisi pun mempunyai andil dalam kematian Yesus.

Tuan, kami ingat – 27:63
Delegasi beranggotakan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menyapa Pilatus, Tuan. Dalam cerita-cerita sebelumnya, Pilatus disapa oleh orang-orang Yahudi berkali-kali, tetapi tidak pernah sebagai tuan! Cukup mengherankan. Lalu delegasi itu mengemukakan alasan mereka datang. Alasannya tentu saja Yesus, walaupun Ia sudah dimakamkan. Mereka menyebut-Nya si penyesat. Lalu mereka bicara tentang penyesatan yang dapat terjadi, seandainya para murid berhasil mencuri mayat Yesus. Kata “penyesat” dan “penyesatan” ini tidak pernah muncul dalam Kisah Sengsara Yesus, kecuali dalam cerita Mat ini saja.

Sesudah tiga hari Aku akan bangkit – 27:63
Selanjutnya para imam kepala dan orang-orang Farisi mengutip di hadapan Pilatus kata-kata Yesus, Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Ternyata kata-kata Yesus semacam ini tidak tercatat dalam satu Injil pun. Dalam tiga pemberitahuan tentang sengsara-Nya, Yesus memang bicara tentang kebangkitan, tetapi Ia tidak pernah menggunakan kata Aku, tetapi selalu Anak Manusia. Ungkapan tiga hari muncul pula dalam ucapan Yesus tentang tanda Yunus  (12:40), tetapi di situ pun Yesus bicara tentang Anak Mansia. Yang paling mengherankan ialah bahwa para imam kepala dan orang-orang Farisi tidak hanya tahu apa yang pernah dicapkan oleh Yesus, tetapi dengan tepat mengaitkan ucapan-ucapan-Nya dengan kebangkitan-Nya. Ternyata mereka lebih pandai dari para rasul sendiri yang mendengar Yesus secara langsung dan berkali-kali, namun tetap tidak mengerti sampai Yesus sungguh-sungguh bangkit dari antara orang mati. Berdasarkan hal-hal yang mengherankan ini dengan tenang dapat disimpulkan bahwa kisah ini disusun sesudah kebangkitan Yesus. Ini bukan rekaman historia yang setia pada fakta melulu.