253. Pemakaman Yesus (Mat 27:57-61)

Membaringkannya di dalam kuburnya yang baru – 27:60
Catatan Markus mengenai kubur yang menjadi tempat pemakamaan Yesus, singkat sekali: “Ia membaringkan “di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu” (Mrk 15:46). Ternyata Mrk tidak tahu bahwa kubur itu milik Yusuf. Lain halnya dengan Mat. Tiga ayat sebelumnya, Mat memperkenalkan Yusuf dari Arimatea sebagai “murid Yesus” dan “orang kaya” (ay 57). Maka, mudah diterima bahwa mayat Yesus dibaringkannya di dalam kubur miliknya sendiri. Ternyata dalam Injil Yohanes pun ternyata bahwa Yesus dibaringkan di sebuah kuburan baru, “Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang” (Yoh 19:41). Dalam Injil Lukas pun dapat dibaca bahwa di dalam kubur yang dipakai oleh Yusuf “belum pernah dibaringkan mayat” (Luk 23:53).

Menggulingkan batu besar ke pintu kubur – 27:60
Selain sibuk mengartikan masing-masing kalimat Injil, para ahli memikirkan pula bentuk kubur Yesus. Kubur itu memang dibuat dalam bukit batu, tetapi tidak jelas apakah bentuknya horisontal atau vertikal. Kedua bentuk kubur ini dikenal oleh orang-orang Yahudi, walaupun diketahui bahwa kubur berbentuk vertikal lebih sering dipakai sebagai makam pribadi. Dalam semua Injil dikatakan bahwa pintu kubur Yesus ditutup dengan sebuah batu. Menurut Mat, batu itu berukuran besar, sedangkan menurut Mrk, sangat besar (Mrk 16:4). Menurut Mrk dan Mat, batu itu digulingkan oleh Yusuf sendiri, sedangkan Luk dan Yoh tidak menyebut pelakunya. Berdasarkan catatan tentang batu yang harus digulingkan untuk menutup pintunya, para ahli menyimpulkan bahwa kubur Yesus berbentuk horisontal, bukan vertikal. Bagian bawah pintu kubur itu rata dengan tanah. Untuk memasukinya, orang harus membungkuk, sebab ukurannya tidak besar, dan baru sesudahnya dapat masuk ke dalam bagian kubur sesungguhnya yang sedikit lebih tinggi letaknya dari ruangan masuk. Mayat dibaringkan dalam ruangan kedua itu secara horisontal.

Ia pun pergi – 27:60
Hanya dalam Injil Matius terdapat catatan bahwa setelah menguburkan mayat Yesus, Yusuf pergi. Catatan ini bermakna, sebab dengan perginya Yusuf, wanita-wanita yang selama ini “melihat dari jauh” (Mat 27:55) tinggal sendirian.

Tinggal di situ duduk di depan kubur itu – 27:61
Sebelumnya Mat sudah mencatat bahwa kematian Yesus disaksikan oleh “banyak perempuan” yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Tetapi, dengan jelas disebutnya tiga wanita saja, yaitu Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf serta ibu anak-anak Zebedeus. Nama ibu terakhir ini tidak diberitahukannya. Dalam kisah tentang pemakaman Yesus, Mat menyebut Maria Magdalena dan Maria “yang lain” yang kiranya sama dengan Maria ibu Yakobus dan Yusuf. Rupanya wanita-wanita itu meninggalkan kubur Yesus pada hari berikutnya sesudah datangnya sejumlah serdadu yang memeteraikan kubur Yesus atas desakan para imam kepala dan orang-orang Farisi (Mat 27:62-66).

Beberapa hal yang tidak dapat dipastikan
Dari uraian di atas mudah disimpulkan bahwa berdasarkan catatan-catatan para penulis Injil banyak pertanyaan sehubungan dengan kubur dan pemakaman jenazah Yesus tidak mungkin dijawab secara pasti. Salah satu pertanyaannya adalah: Siapa menurunkan mayat Yesus dari salib? Karena kurangnya data yang rinci, diperkirakan bahwa mayat itu diturunkan oleh serdadu-serdadu Romawi atas perintah Pilatus. Lokasi kubur Yesus merupakan masalah juga. Menurut Mark, Mat, dan Luk, kubur Yesus terdapat dalam bukit batu. Tetapi, menurut Yoh – dalam sebuah taman. Di daerah utara Yerusalem, tempat letaknya Golgota, terdapat banyak kuburan. Tetapi, di situ ada pula taman. Gak mudah diterima bahwa tempat pemakaman Yesus tidak jauh letaknya dari tempat Yesus wafat. Sebab tidak ada banyak waktu lagi (hari Sabtu mendekat!) untuk memindahkan mayat Yesus ke suatu tempat yang jauh. Tidak dapat dipastikan pula siapa sesungguhnya menggulingkan batu pada pintu kubur Yesus sehabis upacara pembaringan mayat di dalamnya. Namun, masuk akal bahwa hal ini dilakukan oleh orang yang menguburkan mayat Yesus, yaitu oleh Yusuf dari Arimatea.

Hormat terhadap makam Yesus
Diketahui secara pasti bahwa orang-orang Yahudi pada umumnya menaruh hormat besar pada kubur-kubur para nabi dan para martir. Makam para Makabe yang dipandang martir diziarahi sebagai tempat suci; para peziarah berdoa di situ. Di Lembah Kidron sampai sekarang berdiri sejumlah kubur yang sepanjang masa diyakini kesakralannya. Umat Kristen punya alasan tersendiri untuk mengingat kubur Yesus. Sebab pada hari kebangkitan Yesus kubur itu tidak berisi mayat lagi Yakobus, “saudara Tuhan,” adalah tokoh umat Kristen masa awal di kota Yerusalem (Gal 2:9). Menurut catatan Rasul Paulus, setelah bangkit Yesus menampakkan diri kepada Yakobus itu dan baru sesudahnya kepada semua rasul (1Kor 15:7). Yakobus bertugas di Yerusalem sampai tahun 62. Pada tahun itu ia dihukum mati oleh Imam Besar Ananus II. Sangat masuk di akal bahwa sanak saudara Yesus (termasuk Yakobus) menaruh perhatian istimewa terhadap kubur Yesus. Lima belas tahun sesudah wafat Yesus, Herodes Agrippa I memperluas wilayah kota Yerusalem. Sejak itu Golgota menjadi bagian kota suci itu dan tidak dipakai lagi sebagai tempat pemakaman.