252. Pemakaman Yesus (Mat 27:57-61)

Pergi menghadap Pilatus – 27:58
Cerita Markus mengenai Yusuf dari Arimatea dan Pilatus berbeda dengan cerita Mat. Markus menulis begini, “Yusuf … memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus heran waktu mendengar bhwa Yesus sudah mati. Maka, ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf” (Mrk 15:43-45). Catatan Matius singkat saja, “Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.” Jadi, menurut Mat, Pilatus langsung mengabulkan permohonan Yusuf tanpa ragu-ragu sedikit pun dan tanpa minta laporan kepala pasukan. Padahal menurut Mat, Yusuf dari Arimatea adalah murid Yesus! Masuk akalkah bahwa Pilatus begitu murah hati terhadap murid Yesus itu? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu diperhatikan beberapa hal. 1) Dalam Inji Markus, Pilatus diperkenalkan sebagai pemimpin yang sinis sekali sehingga ia tidak ragu-ragu menghukum mati Yesus. Tetapi, dalam Injil Matius, sebelum menjatuhkan hukuman mati, Pilatus diperingatkan oleh istrinya, lalu ia mencuci tangan sebagai tanda simbolis bahwa ia tidak mau menanggung  “darah orang yang tak bersalah.” Dari tindakan ini dapat disimpulkan bahwa Pilatus yakin akan ketidaksalahan Yesus. Maka, tidaklah mustahil bahwa setelah Yusup datang meminta mayat Yesus, tidaklah mustahil bahwa setelah Yusup datang meminta mayat Yesus, ia langsung mengabulkan permohonannya dan dengan demikian ia sempat sekali lagi menyatakan keyakinannya bahwa Yesus memang tidak bersalah. 2) Selain itu, Yusuf adalah orang kaya. Maka, Pilatus enggan menolak permohonannya. Dalam “laporan” Matius ini muncul kata menyerahkan. Maknanya perlu direnungkan! Yesus berkali-kali “diserahkan” sehingga akhirnya dibunuh. Setelah para serdadu Romawi menurunkan mayat Yesus, mayat itu diserahkan kembali oleh Pilatus kepada para simpatisan Yesus, tetapnya kepada Yusuf yang menjadi murid-Nya. Selama ini Yesus “diserahkan” oleh orang-orang yang membenci-Nya. Kini Ia “diserahkan” kembali kepada mereka yang mencintai-Nya.

Tradisi pra-injili
Pada akhir ulasan ini barangkali berguna mempertanyakan beberapa hal dari sudut tradisi sebelum kitab-kitab Injil dijadikan tulisan. 1) Kapan sesungguhnya Yesus dimakamkan?  Menurut semua Injil, Yesus dimakamkan para “hari persiapan,” artinya sehari sebelum Sabat. Tepatnya pada hari Jumat. 2) Siapakah sesungguhnya Yusuf dari Arimatea iti? Yusuf dari Arimatea ditampilkan dalam Injil baru pada saat menjelang pemakaman Yesus. Ia seorang anggota Mahkamah Agama yang ikut menjatuhkan hukuman mati atas diri Yesus. Namun, karena ia “menantikan Kerajaan Allah” dan sangat setia pada hukum agamanya, ia merasa wajib berbuat sesuatu agar mayat Yesus dimakamkan sebelum terbenamnya matahari, sesuai dengan tuntutan Taurat. 3) Bagaimana Yesus dimakamkan? Karena cerita tentang inisiatif Yusuf dari Arimatea sangat singkat, maka timbul kesan bahwa jenaah Yesus dikuburkan dengan tergesa-gesa. Yusuf minta mayat Yesus dan permohonannya dikabulkan  oleh Pilatus. Lalu Yusuf menerima mayat Yesus dan membungkusnya dengan kain lenan. Sama sekali tidak dikatakan bahwa mayat Yesus dimandikan ataupun diminyaki sebelum dimakamkan. Bagaimanapun juga Yusuf menguburkan Yesus yang dipandang sebagai kriminalis. Maka, ia tidak dapat mengadakan pemakaman yang lebih meriah.

Yusuf mengambil mayat itu – 27:59
Karena Pilatus memerintahkan agar mayat Yesus diserahkan kepada Yusuf dari Arimatea, maka kiranya dapat dipastikan bahwa mayat itu diturunkan dari salib oleh para serdadu Romawi sendiri dan baru sesudahnya diserahkan kepada Yusuf. Menurut “laporan” Markus, mayat Yesus diturunkan oleh Yusuf (Mrk 15:46). Biarpun demikian dapat diduga bahwa hal ini tidak dilakukan oleh Yusuf sendiri melainkan oleh beberapa orang yang dipekerjakan olehnya.

Mengafaninya dengn kain lenan putih – 27:59
Berbeda dengan Markus yang menulis bahwa sebelum menurunkan mayat Yesus, “Yusuf membeli kain lenan,” Mat menampilkan Yusuf sebagai orang yang tampaknya sudah memiliki kain lenan itu sebelum ia menghadap Pilatus. Namun, karena Mat mencarat bahwa kain itu baru dan putih bersih, maka dapat disimpulkan bahwa kain itu memang belum lama dibelinya. Dengan menggunakan kain putih bersih, Yusuf menunjukkan hormat kepada jenasah Yesus.