250. Sesudah Yesus wafat (Mat 27:51-56)

Banyak perempuan yang melihat dari jauh – 27:55
Selanjutnya Matius bercerita tentang kelompok kedua yang sama seperti para serdadu hadir di Golgota, yaitu tentang para wanita. Jumlah mereka banyak, kata Mat. Mereka melihat dari jauh. Mereka mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Yesus. Lalu ia menyebut tiga perempuan secara khusus, yaitu: (1) Maria Magdalena; (2) Maria ibu Yakobus dan Yusuf; (3) Ibu anak-anak Zebedeus. Dari “laporan” singkat ini dapat disimpulkan bahwa semua wanita itu berasal dari Galilea dan mengikuti Yesus dari Galilea. Semua Injil menyajikan semacam daftar nama wanita yang hadir di Golgota (sebelum dan sesudah Yesus wafat), yang menyaksikan pemakaman-Nya dan yang pergi ke kuburan-Nya pada hari Paskah. Namun, semua daftar itu berbeda satu sama lain. Maria Magdalena disebut dalam semua dafatar dan selalu sebagai yang pertama. Maria ibu Yakobus (dan Yusup/Yoses) disebut dalam 3 Injil. Ibu anak-anak Zebedeus disebut dalam Injil Matius saja. Apa “kerja” mereka di Golgota? Menurut Mat, mereka melihat dari jauh. Kalimat singkat ini menjadi sumber dua macam pemikiran. Menurut sejumlah komentator, wanita-wanita itu menjadi hiburan bagi Yesus yang disalibkan. Menurut yang lain, berbeda sekali dengan para rasul yang telah melarikan diri, wanita-wanita itu menunjukkan keberanian yang patut dicontoh. Walaupun Mat mengaku bahwa selama ini wanita-wanita mengikut dan melayani Yesus, namun di Golgota mereka ternyata diam, tak bergerak. Mereka malah tidak mengakui keputraan ilahi Yesus pada saat sekelompok serdadu tidak ragu-ragu melakukannya. Mat tidak suka bicara secara negatif mengenai orang-orang yang dekat dengan Yesus. Tetapi, dalam kisah ini maupun dalam kisah selanjutnya, ia tidak menggambarkan mereka seara positif. Berbeda dengan wanita-wanita dalam Injil Markus yang membeli rempah-rempah untuk mengurapi jenasah Yesus, wanita-wanita dalam Injil Matius pergi ke kuburan itu untuk “menengok” saja (Mat 28:1). Boleh dikatakan, bahwa pada dasarnya para wanita itu tidak berbeda sikapnya dengan para rasul. Mereka menghindari keterlibatan pada saat Yesus di salib dan setelah wafat-Nya, mereka tidak segera juga mengakui-Nya sebagai Tuhan. Namun, nama-nama beberapa wanita itu diabadikan oleh para penulis Injil. Sebab sesudah Yesus bangkit, sama seperti para rasul, mereka pun menerima kekuatan ilahi untuk memaklumkan Yesus sebagai  Yang Bangkit.