Selasa, 22 Maret 2022

C-115 – tDan 3:25.34-43 – “Janganlah kami Kautolak selamanya demi nama-Mu, dan janganlah Kaubatalkan perjanjian-Mu” (ay 34)

AGAMA TANPA UPACARA IBADAT?

  1. Malapetaka pembuangan bangsa Israel ke Babel dapat diartikan sebagai saat hancurnya segala jaminan mereka. Sebab sejak pembuangan, Israel kehilangan negara, nabi-nabi, raja, kenisah, imam, mezbah, peraturan ibadat (ay 38) … pendeknya segala-galanya.
  2. Biarpun demikian, terasa sekali, bahwa Israel mulai membina suatu sikap peribadatan yang sebenarnya, yaitu jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah” (ay 39). Sikap peribadatan ini setarap dengan persembhan, disukai Allah, biarpun tak samapai terungkap dalam suatu upacaralahiriah!
  3. Ibadat rohani semacam ini terwujud dalam diri Yesus Kristus di kayu salib. Sikap ini harus dimiliki juga oleh setiap orang Kristen. Upacara-upacara hanya bermakna sejauh mengungkapkan kedalaman hati manusia yang beribadat dalam aroh dan kebenaran.

Mat 18:21-35 – “Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (ay 35)