248. Sesudah Yesus wafat (Mat 27:51-56)

Kuburan terbuka … dibangkitkan – 27:52
Dengan terjadinya gempa bumi dahsyat, terbukalah pula kuburan-kuburan, lalu mayat-mayat (atau sisanya) yang tadinya tersimpan di dalamnya, tampak lagi. Jauh sebelum kejadian ini, Nabi Yehezkiel bernubuat, “Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tangah Israel. Kamu akan mengeahui bahwa Akulah Tuhan, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya” (Yeh 37:11-12). Bangkitnya orang-orang mati bukan tanda murka Allah lagi, melainkan sebaliknya, sebuah tanda positif: Allah ingat akan orang-orang suci-Nya. Kematian Yesus adalah malapetaka bagi orang jahat dan sekaligus anugerah terbesar bagi orang baik. Siapa yang keluar dari kuburan itu? Menurut Mat: orang-orang suci. Terutama para nabi yang dibunuh di Yerusalem (Mat 23:37). Mat tidak menyebut siapa-siapa. Sebab yang terpenting baginya ialah Allah melalui peristiwa itu menampakkan kuasa-Nya. Dengan membangkitkan orang-orang mati sesudah wafatnya Yesus, Allah memperlihatkan “secara mini” apa yang akan terjadi pada akhir zaman dengan orang-orang suci.

Masuk ke kota kudus – 27:53
Apa yang terjadi dengan mereka yang dibangkitkan itu? Menurut Mat, mereka “masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.” Namun, perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh bahwa kedua hal itu terjadi sesudah kebangkitan Yesus, bukan setelah mereka dibangkitkan! Kota kudus yang disebut Mat dalam ayat ini, tentu saja kota Yerusalem. Menurut kepercayaan sejak dulu, Allah akan menghakimi dunia pada akhir zaman di daerah Yerusalem. Mereka yang telah dibangkitkan itu, tidak dibangkitkan seperi Lazarus dulu, artinya mereka tidak dibangkitkan untuk hidup di bumi ini untuk kedua kalinya! Sama seperti Yesus, mereka dibangkitkan untuk “dunia Allah” yang dimasuki oleh Yesus sesudah kebangkitan-Nya. Maka, sama seperti Yesus, mereka pun “menampakkan diri” kepada sejumlah penduduk Yerusalem. Selanjutnya Mat tidak menyebut mereka lagi. Dapat disimpulkan, bahwa bersama dengan Yesus yang bangkit, mereka pun akhirnya sampai ke Rumah Allah sendiri.

Bahasa simbolis
Pembaca Injil Matius dapat saja mempertanyakan kesejarahan semua “fakta” yang dilaporkan dalam beberapa ayat ini. Namun, yang lebih penting ialah bertanya apa mau dikatakan oleh Matius melalui ayat-ayat ini? Dalam beberapa kalimat singkat ia ingin menyampaikan sesuatu yang amat fundamental bagi iman Kristen: Akibat kematian Yesus orang-orang jahat akan diperlakukan oleh Allah dengan murka, sedangkan orang-orang baik akan menikmati kebahagiaan kebangkitan. Matius yakin benar bahwa kematian Yesus di salib mengubah relasi manusia dengan Allah secara total. Perubahan itu begitu dahsyat sehingga berdampak pula pada jagat raya. Nah, untuk menyampaikan pemikiran itu ia menggunakan bahasa simbolis, gambaran-gambaran apokaliptik, yang ternyata jauh lebih cocok untuk mengungkapkan hal-hal di luar pengalaman duniawi ini. Tetapi, kebenaran pokok di balik semua gambaran dan lambang itu cukup jelas: Kematian (dan kebangkitan) Yesus menjadi tahap awal akhir zaman, awal penghakiman Allah. Orang-orang Yahudi saleh pasti akan dibangkitkan Allah. Orang-orang jahat pasti akan dihukum. Tetapi, ada yang mungkin lelbih penting lagi daripada ini, yaitu: Orang kafir pun akan merangkul Allah dalam diri Yesus. Yesus mati bagi semua manusia!