247. Sesudah Yesus wafat (Mat 27:51-56)

Kejadian-kejadian sesudah Yesus wafat
Antara kematian Yesus dan pemakaman-Nya terjadi beberapa “peristiwa”. Peristiwa-peristiwa inilah disebut dalam Injil Matius: 1) Terbelahnya tabir Bait Suci, 2) Gemba bumi, 3) Terbelahnya bukit-bukit batu, 4) Terbukanya kuburan-kuburan, 5) Kebangkitan orang-orang kudus, 6) Masuknya orang-orang kudus itu ke kota kudus serta penampakan mereka.

Tirai Bait Suci terkoyak menjadi dua – 27:51
Bangunan utama Bait Suci di Yerusalem terbagi atas dua ruangan. Yang satu disebut Hekal, yaitu “Tempat Suci”. Pada ujung ruangan itu ada sebuah pintu masuk ke dalam sebuah ruangan kecil yang disebut Debir, yaitu “Tempat tersuci.” Walaupun para ahli sejarah mengemukakan berbacai macam teori mengenai jumlah tirai di dalam Bait Suci, dan tidak sepakat mengenai tirai manakah yang terbelah dua sesudah Yesus wafat, namun dapat diyakini bahwa para penulis Injil memikirkan satu dari dua tirai yang menutupi  “Tempat Suci” dan “Tempat Tersuci” itu. Tirai penutup pintu ”Tempat Suci” dapat dilihat oleh semua orang dikompleks Bait Suci. Tirai penutup pintu “Tempat Tersuci” hanya dapat dilihat oleh mereka yang sudah berada di “Tempat Suci.” Tirai manakah yang terbelah dua? Pertanyaan ini tidak dapat dijawab secara pasti. Para penulis Injil sendiri mungkin malah tidak tahu tirai mana yang dimaksudkan. Seluruh diskusi bersifat historis ini tidak penting bagi orang yang membaca Injil sebagai sabda Allah, bukan sebagai buku sejarah melulu. Yang penting bagi mereka ialah sejumlah hal ini. Yang pertama ialah bahwa tirai itu tidak dirobek oleh manusia, melainkan terbelah dua akibat tindakan Allah sendiri. Ketika Yesus masih berkarya di hadapan umum, Ia pernah berkata, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi … Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi!” (Mat 23:37-38). Anehnya, jauh sebelum Yesus disalibkan, di kalangan Yahudi beredar macam-macam cerita mengenai nasib buruk yang akan menimpa Bait Suci di masa depan. Antara lain bahwa Bait Suci akan ditinggalkan oleh Allah untuk selama-lamanya. Yang kedua ialah arti simbolis terbelahnya tirai Bait Suci. Tirai itu dipasang untuk melindungi tempat suci terhadap profanasi. Dengan terbelahnya tirai itu, tempat suci otomatis kehilangan kesuciannya, sebab “penghuninya,” yaitu Allah sendiri telah meninggalkannya. Yang ketiga ialah makna yang hendak diungkapkan oleh penulis Injil: Dengan membelahnya tirai Bait Suci, Allah mengungkapkan murka-Nya terhadap para imam dan seluruh Mahkamah Agama Yahudi yang telah menjatuhkan hukuman mati atas Putra-Nya. Sebelum hukuman itu dijatuhkan, imam besar “mengoyakkan pakainnya” (Mat 26:65). Sesudahnya Yesus wafat, Allah menyudahi ibadah Yahudi dengan mengoyakkan tirai Bait Suci. Dengan demikian, Allah membenarkan kata-kata Yesus, Putra-Nya, “Kamu akan melihat Anak Manusia datang …” (Mat 26:64). Ya, sesudah Yesus wafat, kedatangan-Nya ke bumi sebagai Hakim sudah dimulai. Langkah pertamanya ialah terbelahnya tirai Bait Suci, lambang murka Allah. 40 Tahun sesudahnya, Bait Suci kebanggaan bangsa Yahudi dirubuhkan oleh tentara Roma begitu tuntas, sehingga sampai sekarang tidak dibangun kembali. Kini Yesus tetap “datang.” Ia malah semakin dekat.

Gempa bumi … bukit-bukit batu terbelah – 27:51
Pembaca Inji Matius tentu masih ingat bahwa sebelum Yesus wafat, daerah sekitar Golgota “diliputi kegelapan” (Mat  27:45). Kegelapan itu berlangsung setidak-tidaknya selama 3 jam. Inilah tanda pertama murka Allah, tanda “di langit.” Peristiwa-peristiwa selanjutnya terjadi “di bumi,” yaitu tirai terbelah, gempa bumi, bukit batu terbelah. Lalu ada juga peristiwa “di bawah bumi,” yaitu kuburan-kuburan terbuka dan orang-orang mati bangkit. Sebelum Yesus wafat, Ia diperolok, “Baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan-Nya” (Mat 27:49). Allah tidak bereaksi langsung, tetapi Ia tidak bungkam untuk selamanya! Gemba bumi mengakibatkan suatu rangkaian kejadian penuh makna. Dalam PL gempa bumi sering disebut sebagai tanda penghakiman Allah di zaman akhir. Dalam Injil Matius sendiri dikatakan bahwa sebelum akhir zaman akan terjadi banyak gempa bumi (Mat 24:7-8). Berita tentang terbelahnya bukit-bukit batu boleh dibaca sebagai sejenis paralelisme: Hal yang sama dikatakan dua kali dengan cara sedikit berbeda. Karena Yerusalem berdiri di atas bukit-bukit, maka dengan terjadinya gempa bumi, bukit-bukitnya pun terbelah. Dalam PL semua tanda ini menggambarkan murka penghakiman Allah.