243. Yesus disalibkan (Mat 27:35-50)

Mereka duduk … menjaga Dia -27:36
Catatan mengenai para serdadu yang duduk dan menjaga Yesus yang sudah disalibkan dapat dibaca dalam Injil Markus dan Matius saja. Para penjaga itu disebut oleh Matius sekali lagi setelah Yesus wafat. Dikatakannya begini, “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata ‘Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah’” (27:54). Para prajurit itu adalah saksi-saksi mata. Mereka tidak hanya menyaksikan kematian Yesus tetapi juga segala-galanya yang terjadi selama Yesus tergantung di salib.

Tulisan – 27:37
Alasan mengapa Yesus dihukum disebut pada sebuah papan yang ditempatkan pada salib Yesus. Hal ini dicatat dalam semua Injil. Namun, isi tulisan itu tidak dapat dipastikan secara tepat sebagaimana nyata dari daftar berikut ini: 1) Raja orang Yahudi (Mrk); 2) Inilah Yesus raja orang Yahudi (Mat); 3) Raja orang Yahudi inilah (orangnya); 4) Inilah raja Israel. Tulisan itu dibawa di depan orang yang mau dieksekusi ataupun digantungkan pada lehernya. Hanya dalam Injil Matius dikatakan bahwa tulisan itu terpasang di atas kepala Yesus, sehingga diduga bahwa salib Yesus berbentuk sama dengan yang kini biasa digantung di rumah. Tulisan itu merupakan satu-satunya tulisan yang dibuat mengenai Yesus selama Ia masih hidup!

Dua orang penyamun – 27:38
Kedua penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus disebut dalam keempat Injil. Dikatakan juga bahwa mereka ada di sebelah menyebelah Yesus. Tetapi, tidak dijelaskan, apakah mereka disalibkan dengan cara sama seperti Yesus. Secara tradisional dikatakan bahwa penyamun yang baik bernama Dismas, sedangkan yang jahat bernama Gestas. Tetapi, nama-nama itu tidak disebut dalam Injil dan dalam beberapa tulisan lain muncul nama yang berbeda-beda (Yoatas-Maggatras; Kapnatas-Gamatras; Zoatam-Kamma). Mereka ditampilkan lagi oleh Matius dalam 27:44 sebagai orang yang mencela Yesus. Mereka jelas-jelas kriminalis, tetapi jenis kejahatannya tidak diketahui. Mereka barangkali termasuk kelompok pemberontak yang dimpimpin oleh Barabas. Karena disalibkan di antara dua kriminalis, maka tergenapilan yang dikatakan dalam kitab Yesaya (53:12), “Ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak.” Pada saat-saat akhir hidup-Nya Yesus ditemani dua orang yang tampaknya tidak peduli akan hukum yang berlaku.

Tiga kelompok pengolok Yesus
Dalam bagian ini, Mat menampilkan tiga kelompok orang yang bereaksi terhadap Yesus yang sudah disalibkan. Ketiga-tiganya mengolok-olokkan Yesus, dan olokan—olokan mereka semakin menyakitkan. Sebagai kelompok pertama ditampilkan orang-orang yang lewat di sana. Isi hujat mereka berhubungan dengan pernyataan Yesus bahwa Ia dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari. Mereka menantang Yesus, supaya Ia menyelamatkan diri-Nya, artinya turun dari salib. Kelompok kedua terdiri dari para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua. Mereka mengejek Yesus sebagai Raja Israel. Mereka pun menantang supaya Yesus menyelamatkan diri-Nya, sebab selama ini ternyata menyelamatkan orang-orang lain, turun dari salib agar mereka percaya kepada-Nya. Kelompok ketiga ialah kedua penyamun. Mereka mencela Yesus.

Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia – 27:39
Pembaca Injil Matius tahu dari kisah-kisah terdahulu bahwa Yesus sangat dibenci oleh para anggota Mahkamah Agama Yahudi. Tetapi, dalam cerita ini disebut rakyat biasa, tepatnya “orang-orang yang lewat dekat salib.” Ternyata mereka menghujat Yesus! Di sini kata “menghujat” hampir searti dengan “berlaku arogan dan amat kasar.” Dalam Mat 9:3 dikatakan bahwa Yesus dituduh sebagai penghujat karena Ia mengampuni dosa. Pada akhir sidang pengadilan yang dipimpin oleh Mahkamah Agama, Yesus dituduh sebagai penghujat juga, sebab Ia mengatakan bahwa Dia memang Mesias, Anak Allah dan Anak Manusia (Mat 26:63-66). Setelah digantung di salib rakyat biasa menghujat Yesus! Benarkah terjadi demikian? Hal ini memang tidak dapat dipastikan. Namun, sangat masuk di akal bahwa kejadian ini historis. Rakyat Yahudi sangat mencintai Bait Sucinya. Setelah mendengar bahwa Yesus pernah bicara tentang kemungkinan Bait Suci itu dirubuhkan lalu dibangun oleh-Nya dalam tiga hari, mereka akhirnya menolak Yesus juga. Orang-orang Yahudi memang tidak mengerti Yesus.

Menggelengkan kepala – 27:39
Sebelum mengolok-olokkan Yesus dengan kata-kata, orang-orang yang lewat dekat salib melakukan gerakan-gerakan badan untuk menunjukkan rasa penghinaan terhadap Yesus. Orang-orang jahat memang biasa menghina orang benar dengan cara demikian.