Sabtu, 12 Maret 2022

C-105 – Ul.26:16-19 – “Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya” (ay 19)

ALLAH TIDAK MENYELAMATKAN MANUSIA TANPA AMANUSIA

  1. Peringatan tentang perjanjian ini menegaskan perlunya kerja sama manusia dengan Allah yang memprakarsai keselamatannya.
  2. Dalam tradisi-tradisi alkitabiah yang berasal dari zaman terhadulu, perjanjian digambarkan sebagai suatu keputusan Allah yang sepihgak saja. Dalam kitab Ulangan, yang lebih peka terhadap segi keagamaan perjanjian, ditekankan, bahwa perjanjian adalah sebuah kontrak yang menyangkut dua belah pihak serta suatu keterlibatan timbal balik dua pihak yang sama-sama merdeka. Allah mengakui kedudukan umat-Nya, tetapi umat pun harus mengakui kedudukan Allah.
  3. Gagasan ini memang agak berbahaya dan ternyata akan menjadi tanah subur bagi tumbuhnya kemunafikan. Namun tetaplah benar juga, bahwa Allah tidak menyelamatkan manusia tanpa manusia dan tanpa kesetiaannya yang total pada keadaan manusiawinya. Dalam arti ini gagasan ini merupakan langkah maju dalam persiapan bangsa akan peristiwa penjelmaan Tuhan.

Mat 5:43-48 – “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (ay 44)