237. Yesus di hadapan Pilatus (Mat 27:11-26)

Membebaskan Barabas bagi mereka – 27:26
Ayat 26 ini mulai dengan kata lalu, sehingga bernada kesimpulan. Dalam kesimpulan ini terbaca ironi: Seorang penjahat dibebaskan begitu saja, tetapi Yesus yang sama sekali tidak bersalah dihukum mati di atas salib. Injil tidak mencatat alasan apa pun mengapa Pilatus akhirnya memerintahkan agar Yesus disalibkan.

Yesus dicambuknya – 27:26
Berita bahwa Yesus dicambuk pada akhir proses pemeriksaan di pengadilan Romawi dicatat dalam Injil Matius dan Markus saja. Namun, dalam semua Injil ditegaskan bahwa penyesahan Yesus merupakan bagian integral hukuman-Nya di salib. Orang yang hendak disesah, biasanya dibuka pakaiannya, diikat pada sebuah tiang pendek, lalu mulai didera. Alat sesah terbuat dari tali-tali kulit yang berujung tulang atau paku. Dai Injil Matius dan Markus mudah disimpulkan bahwa Yesus disesah oleh para serdadu Romawi di luar praetorium, barangkali di hadapan Pilatus sendiri yang sedang duduk di “kursi pengadilan” (Mat 27:19).

Diserahkannya untuk disalibkan – 27:26
Bila seseorang dihukum mati di salib oleh penguasa Romawi, biasanya dikatakan kepadanya, “Ibis in crucem” (harfiahnya: Engkau harus pergi ke salib), atau, “Abi in crucem” (harfiahnya: Enyahlah kau ke salib). Dalam semua Injil dikatakan bahwa Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Ini bukan istilah hukum malainkan teologis. Lewat kata menyerahkan ini, Matius mengaitkan keputusan Pilaltus ini dengan Yudas yang sebelumnya menyerahkan Yesus kepada pimpinan Yahudi dan dengan pimpinan Yahudi yang menyerahkan Yesus kepada Pilatus. Yesus diserahkan kepada para parajurit Roma; merekalah yang akhirnya menyalibkan-Nya.