Senin, 07 Maret 2022

C-100 – Im 19:1-2.11-18 – “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus” (ay 2)

MENGASIHI SESAMA SEPERTI DIRI SENDIRI

  1. Hukum mengenai kasih ssama manusia, untuk pertama kalinya dimaklumkan dalam kitab Imamat. Namun kasih persaudaraan, yang diajarkan di situ masih kurang mendalam. Teks ini disusun sesudah pembuangan, yaitu di masa nasionalisme Yahudi merupakan satusatunya benteng pertahanan terhadap pengaruh dunia kafir. Untuk menciptakan keadaran akan pentingnya kesetiakawanan nasional, mulailah ditekankan gagasa, bahwa saudara-saudara sebangsa tidak boleh saling merugikan.
  2. Kasih Kristen tidak terikat pada ruang maupun wilayah. Allah tidak pernah dibatasi oleh tanah, marga, ataupun bangsa. Allah menuntut, supaya Abraham meninggalkan tempat tinggal keluarganya yaitu tanah airnya, dan memulai suatu petualangan yang akan tercatat dalam sejarah sebagai petualangan seorang merdeka. Justru karena itulah Abraham diberi janji tentang segala bangsa. Allah yang sama meminta daripada Anak-Nya, supaya Ia mengorbankan hidup-Nya untuk banyak orang.
  3. Perlu memiliki pandangan menyeluruh mengenai sejarah umat manusia untuk dapat mengasihi semua orang tanpa kecuali serta menghimpunnya.

Mat 25:31-46 – “Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku” (ay 45)