Sabtu, 05 Maret 2022

C-98 – Yes 58:9b-14 – “Pada waktu itulah engkau memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah” (ay 9)

PUASA YANG BERPEDOMANKAN KASIH DAN KEADILAN

  1. Sambil mengecam formalisme peribadatan yang terus-menerus tumbuh kembali di kalangan bangsa Israe khususnya puasa yang bagi sementara orang menjadi kesempatan untuk memamerkan kesalehan pribadi yang tidak berlandaskan kenyataan (ay 5), nabi berseru, supaya bangsanya hendak melaksanakan puasa yang diperkenan Allah. Yaitu supaya mereka menegakkan keadilan di mana saja keadilan itu dinnjak-injak dan diperolok-olok (ay 6-7. 9-10). Puasa semacam ini membawa manusia masuk ke dalam persekutuan dengan Allah (ay 9) serta mempersiapkan akhir zaman (ay 10-12), sama seperti hari Sabat yang dihayati dan dirayakan dengan semangat yang sama (ay 13-14).
  2. Yang sungguh-sungguh penting dalam puasa, bukannya pengurangan jatah makanan, melainkan usaha serius yang dijiwai iman sejati, untuk berbakti kepada Allah dan manusia secara lebih nyata.

Luk 5:27-32 – “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (ay 32)