Jumat, 04 Maret 2022

C-97 – Yes 58:1-9a – “Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi” (ay 4)

PUASA YANG BERPEDOMANKAN KASIH DAN KEADILAN

  1. Sambil mengecam formalisme peribadatan yang terus-menerus tumbuh kembali di kalangan bangsa Israe khususnya puasa yang bagi sementara orang menjadi kesempatan untuk memamerkan kesalehan pribadi yang tidak berlandaskan kenyataan (ay 5), nabi berseru, supaya bangsanya hendak melaksanakan puasa yang diperkenan Allah. Yaitu supaya mereka menegakkan keadilan di mana saja keadilan itu dinnjak-injak dan diperolok-olok (ay 6-7. 9-10). Puasa semacam ini membawa manusia masuk ke dalam persekutuan dengan Allah (ay 9) serta mempersiapkan akhir zaman (ay 10-12), sama seperti hari Sabat yang dihayati dan dirayakan dengan semangat yang sama (ay 13-14).
  2. Yang sungguh-sungguh penting dalam puasa, bukannya pengurangan jatah makanan, melainkan usaha serius yang dijiwai iman sejati, untuk berbakti kepada Allah dan manusia secara lebih nyata.

Mat 9:14-15 – “Tetapi waktunya akan datang, mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (ay 15)