233. Yesus di hadapan Pilatus (Mat 27:11-26)

Ada dalam penjara seorang – 27:16
Dalam semua Injil tercatat berita bahwa pada waktu itu ada dalam penjara seorang tahanan bernama Barabas. Tetapi, info para penulis Injil tentang alasan Barabas dipenjarakan, tidak sama. Menurut Injil Yohanes, Barabas adalah seorang penyamun. Tetapi, para penulis lain tidak menerapkan kata “penyamun” ini dan menerapkannya pada kedua penyamun yang disalibkan bersama Yesus. Markus dan Lukas menjelaskan bahwa Barabas ditangkap karena pemberontakan, bahkan karena “pembunuhan” yang terjadi pada saat itu. Tetapi, tidak ada tanda apa-apa bahwa yang tewas itu adalah orang Roma. Matius tidak berkata apa-apa mengenai pemberontakan, tetapi ia mencatat bahwa Barabas adalah seorang yang terkenal kejahatannya. Mungkin saja justru karena “terkenal,” nama Barabas diingat betul, sedangkan nama kedua penyamun yang disalibkan bersma Yesus, dilupakan saja.

Yesus Barabas – 27:16
Barabas adalah nama ayah tahanan “yang terkenal kejahatannya” itu. Apakah ia bernama pribadi Yesus? Tidak dapat dipastikan! Sebab, boleh jadi, nama “Yesus” ditambahkan padanya oleh penyalin untuk mengkontraskan (Yesus Barabas) dengan Yesus orang Nazaaret. Origenes, penulis dan teolog masa awal Gereja, malah berpendapat bahwa nama “Yesus” itu ditambahkan pada Barabas oleh musuh-musuh agama Kristen. Kebanyakan Ahli masa kini sependapat bahwa Barabas memang bernama Yesus. Nama Barabas sendiri mungkin aslinya berbunyi Bar-Rabban atau Bar-Abba. Inilah sebabnya sejumlah ahli berpendapat bahwa kata Barabas sesungguhnya bukan nama melainkan ungkapan belaka yang searti dengan “anak bapa.”

Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu – 27:17
Menurut Injil Matius, kebiasaan untuk membebaskan seorang tahanan pada hari raya diberlakukan oleh Pilatus sendiri. Maka, masuk akallah pertanyaannya, Siapa yag kalian kehendaki kubebaskan bagi kalian? Lalu ia menawarkan dua kemungkinan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya: Yesus Barabas atau Yesus Kristus. Tiba-tiba muncul gelar Kristus yang selama ini belum dipakai Pilatus. Mengapa?

Ia memang mengetahui – 27:18
Pilatus tiba-tiba mulai bicara tentang Yesus sebagai Kristus, sebab ia memang mengetahui bahwa Yesus diserahkan kepadanya karena dengki. Laporan para penulis Injil begitu singkat dan tidak lengkap, sehingga pembacanya dapat saja mempertanyakan banyak hal. Namun, dari catatan ini dapat disimpulkan bahwa sebelum menangani perkara Yesus, Pilatus sudah tahu cukup banyak tentang Dia, terutama tentang para imam kepala Yahudi. Pengetahuan Pilatus itu memang hanya tersirat dalam teks, tetapi Matius sengaja tidak menyebutnya dengan jelas. Sebab, serupa dengan Yohanes, ia ingin menegaskan bahwa tanggung jawab atas hukuman mati terhadap Yesus dipikul oleh seluruh khalayak Yahudi, bukan oleh para imam kepala saja.

Menyerahkan Yesus karena dengki – 27:18
Kata dengki dalam konteks ini mengacu kepada suatu penolakan hebat terhadap sesuatu yang baik. Orang yang benar-benar dengki, tidak jarang membunuh. “Karena dengki setan maka maut masuk ke dunia dan yang menjadi milik setan mencari maut itu” (Keb 2:24)