232. Yesus di hadapan Pilatus (Mat 27:11-26)

Tuduhan imam-imam kepala dan tua-tua – 27:12
Justru karena jawaban Yesus tidak sepenuhnya jelas, para imam kepala dan tua-tua mulai mengajukan berbagai tuduhan tambahan terhadap Yesus. Tetapi, sesungguhnya semua tuduhan lain itu sekunder sifatnya, sehingga Yesus …

Tidak memberi jawab apa pun – 27:12
Pada saat para imam kepala dan tua-tua melontarkan berbagai tuduhan palsu, Yesus bereaksi sama seperti sebelumnya, di hadapan Kayafas. Ia bungkam. Apakah karena tidak mananggapi segala macam tuduhan itu Yesus mengiyakannya? Pertanyaan ini dapat dijawab “Ya”.

Tidakkah Engkau dengar … – 27:13
Pilatus bereaksi terhadap bungkamnya Yesus. Inilah tanda bahwa Pilatus tidak mengartikannya sebagai pengakuan, “Ya, aku memang bersalah!” Pilatus bereaksi sebab ia mau tahu secara pasti alasan bungkamnya Yesus: Adakah suatu halangan sehingga Yesus tidak berbicara?, ataukah Yesus tidak memahami apa yang dikatakan melawan Dia? Selain itu Pilatus tidak berbicara tentang tuduhan-tuduhan melainkan tentang banyak kesaksian yang dikemukakan melawan Yesus.

Tidak menjawab suatu kata pun – 27:14
Pertanyaan Pilatus ini tidak ditanggapi Yesus. Ia tetap bungkam. Ia tidak mau menanggapi secara serius tuduhan maupun  kesaksian apa pun. Sikap Yesus ini membuat Pilatus …

Sangat heran – 27:14
Dalam kitab Yesaya tertulis begini mengenai Hamba Tuhan yang menderita, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil; ia akan disanjung dan ditinggikan. Dahulu banyak orang terkejut melihat dia, rupanya dirusak sehingga tidak seperti manusia lagi. Tetapi, sekarang banyak bangsa (=kafir) dibuatnya heran, raja-raja (=para penguasa) membisu karena tercengang (52:13-14).

Kebiasaan membebaskan seorang hukuman – 27:15
Dalam terjemahan Indonesia ayat ini, pada akhir ayat 15 ini, disebut orang banyak. Tetapi, dalam teks aslinya, orang banyak itu hanya disebut mereka. Siapa mereka itu? Para imam kepala, para tua-tua bangsa Yahudi (27:1.12) serta khalayak ramai (27:20). Mengapa khalayak ramai itu berkumpul di tempat Yesus diadili? Markus menyebut alasannya secara jelas: Mereka berkumpul untuk minta pembebasan seorang hukuman. Alasan yang sama tersirat dalam teks Mat ini. Mat, Mrk, dan Luk menegaskan adanya kebiasaan membebaskan seorang hukuman pada hari raya. Penulis Injil Yohanes mengaitkan kebiasaan ini dengan hari raya Paskah saja, dan info ini kiranya paling tepat, walaupun dalam Injil Markus dan Matius, tertulis bahwa kebiasaan itu berlaku untuk “tiap-tiap hari raya” (Mrk 15:6). Tidak jelas, apakah kebiasaan ini ada di kalangan Yahudi sejak dahulu (lalu diakui oleh Pilatus) ataukah dimulai oleh Pilatus sendiri. Kemungkinan kedua ini dapat disimpulkan dari teks Mat dan Mrk (kebiasaan bagi wali negeri). Tetapi, kemungkinan pertama dapat disimpulkan dari teks Yoh (“Pada kamu ada kebiasaan …” kata Pilatus). Yang jelas, kebiasaan itu menyangkut pembebasan seorang tahanan yang diminta.

Atas pilihan orang banyak – 27:15
Pilihan orang yang ingin dibebaskan ada di tangan massa. Dalam ayat 17 Pilatus bertanya dengan jelas, “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Jadi, pilihan itu ditentukan oleh para penduduk Yerusalem. Tetapi, menurut Injil Yohanes, para imam kepala memilih juga, sedangkan menurut Injil Matius dan Markus, para imam mempengaruhi massa untuk jangan memilih Yesus.