Senin, 28 Pebruari 2022

C-093 – 1Ptr. 1:3-9 – “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” (ay 6)

KITA MENGINGAT AKAN KEBANGKITAN-NYA

  1. Ini sebuah madah Paskah yang amat kuno, yang dengan bebas dikutip oleh penyusun surat ini.
  2. Kebangkitan Kristus adalah semacam sumber kelahiran baru (ay 3), yang akan membawa umat manusia kepada warisan pusaka yang kekal, yang tidak dapat binasa, dan dirindukan setiap manusia (ay 4), yaitu warisan berupa ikut sertanya manusia seutuhnya, baik raga maupun jiwanya, dalam kehidupan Allah sendiri dan dalam kemuliaan-Nya.
  3. Supaya kerinduan manusia itu menjadi kenyataan, umat manusia harus terlebih dahulu mencapai kedewasaannya. Proses pendewasaan itu akan berlangsung lama dan hasilnya tergantung dari tingkat kedewasaan iman yang dapat tercapai melalui penderitaan (ay 6-7).
  4. Uraian ini dapat diungkapkan juga begini: Tercapainya cita-cita manusia tergantung dari kesetiaannya pada perintah kasih baru yang sudah dari sekarang melibatkan orang Kristen dalam kehidupan sebagai anak Allah. Kehidupan itu telah dirintis dengan kebangkitanYesus.

Mrk. 10:17-27 – “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang iskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (ay 21)