227. Yesus diserahkan kepada Pilatus (Mat 27:1-2)

Ayat-ayat peralihan
Selama Yesus masih di tangan pimpinan Yahudi, merekalah penentu nasib-Nya. Tetapi, akhirnya Yesus diserahkan ke dalam tangan penguasa Romawi, yang sehari-hari amat dibenci masyarakat. Penyerahan Yesus ke tangan musuh bebuyutan menggambarkan kebencian pimpinan Yahudi kepada Yesus. Pimpinan itu rela merendahkan diri di hadapan penjajah, asal Yesus disingkirkan.

Ketika hari mulai siang – 27:1
Semua catatan para penulis Injil mengenai jam terjadinya sejumlah peristiwa seputar Sengsara Yesus, tidak jelas. Sejajar dengan teks Mat di atas, Mrk menulis begini, “Pagi-pagi benar … seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mufakatnya” (Mrk 15:1). Dalam bahasa Yunani, ungkapan “pagi-pagi benar” itu berbunyi proia, yang diterjemahkan, “ketika hari mulai siang,” padahal artinya “pagi-pagi sekali” atau “pagi-pagi benar.” Jam berapakah itu? Jam tiga, empat, lima? Tidak ada yang dapat menjawab pertanyaan ini secara pasti. Tetapi, kebanyakan ahli sepakat bahwa Yesus dihantar kepada Pilatus antara pkl  05.00 dan 06.00.
Sehubungan dengan ini dalam hati pembaca mungkin saja timbul pertanyaan selanjutnya, yaitu “Apakah sepagi itu Pilatus sudah siap mengadakan pemeriksaan terhadap Yesus?” Jawabnya, “Ya!” Sebab diketahui bahwa proses-proses pengadilan Romawi dimulai pagi sekali. Menurut Seneca, seorang penulis Roma zaman kuno, para pegawai Roma rajin bertugas sejak pagi. Jangan lupa bahwa banyak pegawai itu pernah menjalani latihan militer, sehingga mereka biasa berdisiplin dan bekerja giat. Kalau perkiraan para ahli ini tepat, maka harus disimpulkan pula bahwa proses pemeriksaan Yesus  oleh penguasa Yahudi berakhir pagi-pagi benar, antara pkl. 03.00-05.00.

Berkumpul dan membuat rencana – 27:1
Dulu sering dikatakan bahwa keputusan untuk membunuh Yesus dijatuhkan oleh Mahkamah Agama Yahudi pada malam hari, tetapi pagi hari keputusan itu disahkan dalam pertemuan yang kedua. Namun, dalam Injil tidak ada satu bukti pun tentang diadakannya dua sidang berbeda-beda untuk memutuskan “pekara” Yesus. Bila dalam Injil Markus tercatat bahwa “Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mufakatnya” (Mrk 15:1), maka ditegaskan satu hal saja, yaitu: Isi persidangan pada malam hari, akhirnya dimufakati pada pagi hari.

Semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi – 27:1
Menurut Injil Markus, mufakat bulat untuk membunuh Yesus diambil oleh para tua-tua, ahli-hali Taurat, dan seluruh Mahkamah Agama. Menurut Injil Matius, keputusan terakhir diambil oleh semua imam kepala dan tua-tua; para ahli Taurat tidak disebut seperti dalam Injil Markus (mungkin karena tidak banyak ahli Taurat menjadi anggota Mahkamah Agama). Dalam kedua info yang tampaknya agak berbeda-beda ini ditegaskan bahwa keputusan diambil bukan oleh masing-masing kelompok yang berhak menjadi anggota Mahkamah Agama, melainkan oleh sidang sebagai keseluruhan. Dengan demikian, dari satu pihak ada Yesus, seorang diri, sedangkan di pihak lain ada “seluruh sidang,” sebagaimana dikatakan dalam Luk 23:1. Siapa saja mereka itu menurut Lukas? Para tua-tua, imam-imam kepala, dan shli-ahli Taurat (22:66).

Mahkamah Agama
Adanya Mahkamah Agama Yahudi di tengah-tengah bangsa Yahudi diketahui sejak akhir abad III sM. Jumlah anggotanya ada 71 orang, termasuk Imam Besar (ingatlah akan 70 tua-tua yang menjadi staff terdekat Musa, Bil 11:16). Mahkamah itu bersidang dua kali setahun di sebuah ruangan khusus di kompleks Bait Suci di Yerusalem. Berdasarkan keputusan Roma, Mahkamah Agama hanya dapat memutuskan perkara-perkara keagamaan. Para tua-tua pada umumnya didukung kaum Saduki, sedangkan para imam (bersama beberapa ahli Taurat) didukung oleh kaum Farisi.