Selasa, 22 Pebruari 2022 – Pesta Takhta St. Petrus Rasul

C-087 – 1Ptr.5:1-4 – “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri” (ay 2)

PETRUS SANG BATU KARANG

  1. Orang-orang memberi bermacam jawaban terhadap pertanyaan siapa Yesus itu. Tidak ada figur dalam sejarah yang mengundang komentar dan perdebatan selain Yesus Kristus. Jawaban atas pertanyaan tersebut sangat menentukan bagaimana kita menghidupi nilai-nilai dan keyakinan moral yang kita miliki, harapan, belaskasih dan pelayanan kita. Semua tergantung bagaimana pendirian kita terhadap pribadi Yesus.
  2.  Bagi Petrus, jawaban tersebut karena keterbukaannya terhadap Roh Kudus. Bagi dia, Kristus bukanlah seorang nabi semata-mata. Lebih dari itu. Ia adalah Kristus, Sang Penyelamat. Tidak hanya Mesias, Ia adalah Anak Allah yang Hidup – Yesus yang sama dengan Allah dalam segala hal. Pengakuan iman ini, sejak itu, telah mengubah kehidupan Petrus.
  3. Pengakuan iman Petrus bukanlah tanggapan yang sederhana terhadap pertanyaan Yesus. Ia membutuhkan pendirian tegas di hadapan Allah dan dunia. Petrus merangkul kebenaran tentang Kristus, dan sebaliknya, Kristus mempercayakan kepadanya untuk peduli terhadap Gereja. Ia akan menjadi “batu karang,” pondasi Gereja-Nya, dan Kristus memberi jaminan bahwa Gereja akan tetap berdiri untuk selamanya. Ketika kita menyatakan iman, Kristus juga memberi tugas kepada kita. Kita dijadikan rasul dan diutus sebagai duta Kristus kepada dunia.

    Mat. 16:13-19 – “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (ay 16)