225. Petrus menyangkal Yesus (Mat 26:69-75)

Ia menyangkal – 26:70
Bagaimana reaksi Petrus atas tuduhan hamba perempuan itu? Menurut Mat, Mrk, dan Luk, Petrus menyangkalnya. Ketiga penulis ini memakai kata Yunani yang sama. Kata yang sama muncul dalam penyangkalah kedua (dalam Injil Matius, Markus, dan Yohanes) dan pada penyangkalah ketiga (dalam Injil Yohanes). Kata yang tepat sama dipakai oleh Yesus pula, ketika Ia menubuatkan peristiwa itu sebelumnya (Mat 26:34).

Aku tidak tahu apa yang engkau maksud – 26:70
Apa jawaban Petrus atas tuduhan hamba perempuan itu? Semua penulis Injil melaporkan jawaban yang berbeda.
Mrk 14:68 : Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksudkan.
Luk 22:57: Aku tidak kenal Dia, bu (aslinya, “hai perempuan”).
Yoh 18:17: Bukan (=aku bukan murid orang itu). Menurut Injil Matius dan Markus, Petrus menghindar. Ia pura-pura tidak mengerti apa yang dimaksud oleh hamba perempuan itu. Jawaban Petrus menurut Injil Lukas, tampaknya serius:  Petrus berkata bahwa ia tidak mengenal Yesus. Yang paling memberatkan Petrus ialah jawabannya dalam Injil Yohanes: Petrus menyangkal bahwa dia adalah murid Yesus. Menurut penilaian para ahli, proses penyangkalan Yesus oleh Petrus secara paling “psikologis” diungkapkan dalam Injil Markus! Mula-mula ia mengakui tidak mengerti, lalu menyangkal, akhirnya mengutuk dan bersumpah.

Ia pergi ke pintu gerbang – 26:71
Dengan melaporkan bahwa Petrus pergi ke pintu gerbang, Matius mengubah lokasi. Menurut Injil Markus, Petrus pergi ke serambi muka (Mrk 14:68). Menurut Injil Lukas dan Yohanes, Petrus tetap saja ada di halaman rumah Imam Besar. Kalau Petrus memang pindah tempat, maka dengan berbuat demikian ia menunjukkan kelemahannya. Ia ingin menghindari konfrontasi berbahaya, tetapi ia tetap saja tidak mau meniru teman-temannya yang lain yang sudah melarikan diri.

Hamba lain – 26:71
Namun, di tempat baru itu seorang hamba lain melihat dia. Hamba itu pun seorang wanita, walaupun hal ini tidak dapat diketahui secara pasti dari terjemahan Indonesia. Lalu hamba itu mulai bicara kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini bersama dengan Yesus, orang Nasaret itu.” Perempuan pertama bicara tentang Yesus sebagai “orang Galilea.” Bicara perempuan kedua lebih rinci; ia tahu bahwa Yesus berasal dari Nazaret.

Menyangkal lagi dengan bersumpah – 26:72
Kali ini Petrus memperkuat penyangkalannya dengan sumpah. Lalu ia dengan tegas menyatakan, Aku tidak kenal orang itu. Kali ini Petrus tampaknya “tahu dan mengerti” apa yang dikatakan oleh hamba perempuan itu!

Tidak lama kemudian – 26:73
Semua penulis Injil memberitahukan bahwa antara penyangkalan kedua dan ketiga lewat sedikit waktu. Hanya Lukas menegaskan lamanya secara lebih konkret, “Kira-kira sejam kemudian” (Lau 22:59).

Orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus – 26:73
Selanjutnya Matius melapor bahwa Petrus mulai ditantang oleh hadirin. Menurut Yohanes, ia ditantang oleh seorang anggota keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus di Getsemani. Bila pembaca berpegang pada kisah Matius, maka untuk ketiga kalinya Petrus menyangkal Yesus di hadapan banyak orang, sehingga secara yuridis, dosanya lebih berat.

Nyata dari bahasamu – 26:73
Sebagai orang Galilea, Petrus mudah dilacak. Sebab amat kentaralah aksen daerah asalnya. Beginilah setidak-tidaknya “laporan” Matius.