224. Petrus menyangkal Yesus (Mat 26:69-75)

Perbandingan antar empat kisah
Kisah tentang penyangkalan Yesus oleh Petrus dapat dibaca dalam keempat Injil. Tetapi, dalam sejumlah detail, keempat cerita itu berbeda satu sama lain. Semua Injil melaporkan bahwa Petrus menyangkal Yesus pada malam hari, sesudah Yesus ditangkap di Getsemani di Bukit Zaitun. Mat dan Mrk menempatkan kisah itu sesudah kisah tentang Yesus diadili oleh Mahkamah Agama dan sesudah kisah tentang perlakuan kejam terhadap Yesus. Lukas menempatkan kisah ini sebelum cerita tentang Yesus dipukuli dan sebelum Ia diperiksa oleh Mahkamah Agama. Yohanes lain lain. Menurut dia, Petrus menyangkal Yesus untuk pertama kalinya sebelum Yesus diperiksa oleh Hanas, sedangkan untuk kedua dan ketiga kalinya setelah Yesus disuruh menghadap Kayafas. Lebih banyak perbedaan muncul lagi dalam kisah penyangkalan itu sendiri. Perbedaan-perbedaan itu menyangkut berbagai hal, yaitu tempat, kelompok orang sekitar Petrus dan posisi badannya, orang yang menuduh Petrus, isi tuduhan terhadap Petrus serja jawaban Petrus.

Duduk di luar halaman – 26:69
Menurut semua Injil, Petrus menyangkal Yesus di halaman atau di dalam rumah Imam Besar. Kata Yunani aule dapat diartikan dengan berbagai cara, yaitu: bangunan indah mirip istana, ruangan di dalam bangunan itu (semacam aula) ataupun halaman di luar bangunan itu. Matius dengan jelas menegaskan bahwa Petrus saat itu ada di halaman, di luar rumah, sementara Yesus justru diadili di dalam rumah. Dikatakan juga bahwa Petrus sedang duduk, dan hal ini dikatakan pula dalam Injil Markus dan Lukas (Menurut Injil Yohanes, Petrus berdiri!). Di mana Petrus duduk? Menurut Mrk, ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api (Mrk 14:54). Matius sama sekali tidak menyebut api, tetapi ia pun melapor bahwa “ia duduk di antara pengawal-pengawal.” Udara malam di Yerusalem pada akhir bulan Maret dan awal April biasanya sangat dingin, sehingga kebenaran laporan Markus dapat diiyakan.

Hamba perempuan -26:69
Sementara Petrus duduk, ia ditantang oleh seorang hamba perempuan. Hal yang sama dilaporkan oleh Mrk, Luk, dan Yoh!. Menurut Yoh, perempuan itu bertugas sebagai penjaga pintu. Di kemudian hari, setelah Petrus lepas secara ajaib dari penjara Yahudi, pintu dibukakan baginya juga oleh seorang hamba perempuan (Kis 12:15).

Engkau juga selalu bersama dengan Yesus – 26:69
Setelah melihat Petrus, hamba perempuan itu langsung melontarkan tuduhannya. Begitulah dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Menurut Injil Yohanes, perempuan itu mengajukan pertanyaan, “Bukankah engkau juga murid orang itu?” (Yoh 18:17)

Orang Galilea itu – 26:69
Menurut Injil Matius, perempuan itu menuduh Petrus sebagai orang yang “selalu bersama dengan Yesus, orang Galilea itu.” Dalam seluruh PB, Yesus disebut orang Galilea dalam ayat ini saja. Dalam Injil Markus, perempuan itu menyebut Yesus sebagai orang Nazaret (Mrk 14:67). Sebutan “orang Nazaret” muncul juga dalam kisah Mat sebelum Petrus menyangkal Yesus untuk kedua kalinya. Masalah kecil ini barangkali jarang diperhatikan oleh pembaca kisah ini, padahal kedua sebutan itu mengacu kepada tempat asal Yesus: Ia berasal dari Nazaret di Galilea. Identitas Yesus sebagai orang Galilea berperanan penting dalam kisah sengsara-Nya. Antara lain karena pesta Paskah di Yerusalem dihadiri oleh banyak orang Galilea. Kehadiran mereka selalu diwaspadai oleh pimpinan Yahudi, sebagaimana dilaporkan oleh Mrk, “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat” (Mrk 14:2).