Jumat, 18 Pebruari 2022

C-083 – Yak. 2:14-24.26 – “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (ay 17)

IMAN DAN PERBUATAN

  1. Tidak seorang pun yang meragukan benarnya prinsip yang dikemukakan Yakobus: “Jika iman tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (ay 17).
  2. man yang dihayati, tidak boleh disamakan dengan terlekatnya hati pada rumus-rumus “Credo” atau dengan ikut sertanya ala kadarnya dalam upacara-upacara ibadat. Iman harus terwujud dalam tindakan-tindakan yang sesuai dengan Injil. Ia harus bergema dan nampak dalam seluruh kehidupan orang yang beriman.
  3. Yang menimbulkan kesulitan dalam teks Yakobus ini ialah kalimat berikut ini: “Aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku” (ay 18b). Inilah persoalan orang Kristen masa sekarang! Memang tetaplah berlaku patokan, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Namun tidak dengan sendirinya jelas, bahwa tingkah laku manusia hanya dapat dibenarkan oleh iman. Tetapi dengan cara manakah lagi kesaksian Kristen dapat berhasil, kalau bukan melalui tingkah laku orang Kristen?

    Mrk. 8:34-9:1 – “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (ay 34)