218. Yesus di hadapan Mahkamah Agama (Mat 26:59-66)

Jawaban Yesus – 26:64
Setelah berdiri, Imam Besar mengajukan pertanyaan yang amat penting kepada Yesus. Pertanyaan itu mirip sumpah, Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak (26:63). Menurut Injil Markus, Matius dan Lukas, Yesus menjawab pertanyaan ini dengan cara yang berbeda-beda, sedangkan masing-masing penulis Injil itu mengantarkan jawaban Yesus dengan kalimat yang berbeda pula:
Mrk 14:62    – Jawab Yesus, “Akulah Dia”;
Mat 26:64    – Jawab Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya”;
Luk 22:70b   – Ia menjawab kepada mereka, “Kamu sendiri mengatakan bahwa  Akulah Dia.”

Engkau telah mengatakannya (I) – 26:64
Jawaban Yesus, Engkau sendiri telah mengatakannya. Namun, tidak seorang pun tahu secara pasti, bagaimana menerjemahkan kalimat yang menurut Mat konon diucapkan oleh Yesus itu. Kalau diterjemahkan: “Engkau sendiri telah mengakannya,” maka Yesus dengan tegas membenarkan kata-kata Imam Besar dalam arti: Ya, Aku ini Mesias dan Putra Allah! Tetapi, jawaban Yesus itu dapat diterjemahkan pula sebagai tantangan, dalam arti begini: “Engkau (tanpa sendiri) telah mengatakannya, (tetapi engkau tidak meyakininya)”, atau sebagai ucapan kontras: “Engkau, (bukan Aku), telah mengatakannya.” Kemungkinan terakhir ini menciptakan berbagai kemungkinan interpretasi, antara lain: Aku tidak mengatakannya, sebab aku tidak setuju; Aku tidak mengatakannya, sebab aku bisa celaka karenanya; Aku tidak mengatakannya, walaupun mengandung kebenaran, sebab Aku tidak menerima perumusannya.
Masing-masing interpretasi itu punya pendukungnya. Para bapak Gereja pun tidak mengartikannya dengan cara yang sama! Manurut sejumlah ahli masa kini, jawaban ini afirmati, artinya Yesus membenarkannya, namun tidak afirmatif sepenuhnya. Dan hal ini mudah diterima bila disadari bahwa pendapat Yesus mengenai arti gelar “Mesias” dan “Putra Allah” tentu berbeda dengan yang dimiliki oleh para musuh-Nya.
Interpretasi ini didukung pula oleh contoh lain dari Injil Matius sendiri. Dalam 26:25.27 setelah Yesus memberitahukan bahwa salah seorang rasul yang bersama-sama dengan-Nya mencelupkan tangannya ke dalam pinggan akan menyerahkan Dia, Yudas bertany, Bukan aku, ya Rabi? Yesus menjawabnya, Engkau telah mengatakannya. Jawaban Yesus ini tak mungkin diartikan sebagai negasi. Ini memang afirmasi/pembenaran.

Engkau telah mengatakannya (II) (26:64)
Jawaban Yesus ini sangat penting, sehingga sebaiknya direnungkan lebih lanjut lagi … (a) Jawaban ini pasti bukan negasi dalam arti, “Engkau mengatakan demikian, tetapi Aku tidak setuju ataupun tidak mau mengatakannya.” Jawaban ini tidak dapat diartikan pula sebagai “cuci tangan” dalam arti, “engkau benar entah tidak benar, Aku tidak dapat mengatakannya.” Sebab pada waktu Petrus mengakui-Nya sebagai “Mesias, Putra Allah yang hidup,” Yesus langsung menyatakan bahwa ini suatu wahyu dari Allah sendiri (Mat 16:16-17). Para anggota MA sendiri mengerti jawaban Yesus sebagai afirmasi, sebab mereka berkata kepada-Nya, “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau!” (Mat 26:68). Ejekan ini tidak bermakna seandainya Yesus menolak mengakui diri-Nya sebagai Mesias. Hal yang sama dapat dikatakan sehubungan dengan ungkapan “Putra Allah” dalam Mat 27:40. Dalam Mat 27:43 imam-imam kepala membenarkan, “Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.” (b) Jawaban ini bukan juga afirmasi total, sebab langsung sesudahnya Yesus berkata, “Akan tetapi …” (c) Jawaban ini mengandung penegasan bahwa biarpun benar apa yang dikatakan oleh Imam Besar, ia harus memikul tanggung jawab atas cara ia mengerti kebenaran itu dan atas tindakan yang kemudian akan diambilnya. Yesus benar-benar sadar akan rencana Imam Besar. Maka, Ia menjawab, “Engkau telah mengatakannya, akan tetapi Aku berkata kepadamu …Setelah itu Yesus mulai berbicara tentang Anak Manusia yang akan dapat sebagai Hakim. Kalau dialog ini dibaca dengan penuh perhatian, pasti akan muncul pernyataan, “Siapa gerangan mengadili siapa? Imam Besarkah atau justru Yesus?”