214. Yesus di hadapan Mahkamah Agama (Mat 26:59-66)

Para anggota Mahkaman Agama … mencari – 26:59
Sidang Mahkamah Agama (MA) berlangsung pada malam hari dan berakhir pagi-pagi benar. Baik Mrk (14:55) maupun Mat (26:57) mencatat bahwa Yesus dibawa menghadap Imam Besar (yaitu Kayafas), para imam kepala, tua-tua, dan para ahli kitab yang mulai berdatangan ataupun sudah hadir. Dalam ayat 59 ini, seluruh kelompok itu disebut secara agak unik, yaitu “imam-imam kepala dan seluruh MA.”
Apa kesibukan utama kelompok ini? Mencari kesaksian palsu terhadap Yesus! Boleh jadi bahwa pimpinan agama Yahudi merasa wajib menyingkirkan Yesus. Jangan lupa bahwa para imam kepala yang menjadi anggota-anggota MA, semuanya diangkat oleh penguasa Roma. Kelompok para imam itu tercampur dengan sejumlah bangsawan dan ahli-ahli kitab, sehingga keseluruhannya merupakan cemacam “campuran” manusia yang tidak jujur dan licik demi kepentingan sendiri, tetapi juga orang-orang saleh yang sungguh mencari keselamatah, disamping beberapa orang yang fanatik sekali.

Mencari kesaksian palsu – 26:59
Para penulis Injil menggambarkan proses pengadilan Yesus di hadapan MA dalam suasana yang dikenal dari sejumah Mazmur dan kutipan PL: Orang benar yang tidak bersalah dituduh macam-macam oleh sekelompok orang jahat; mereka siap berbuat apa saja untuk menyingkirkannya dari muka bumi. Dalam Mzm 27:12, orang saleh berdoa begini, “Jangan menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.” Doa ini tidak jauh berbeda dengan yang diucapkan pendoa dalam Mzm 35:11, “Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri, apa yang tidak kuketahui, itulah yang mereka tuntut daripadaku.”
Sikap orang jahat semacam ini secara paling jelas digambarkan penulis kitab Kebijaksanaa. Inilah kutipannya, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita … “ (Keb 2:12-20). Menurut Mrk 14:56-59, semua kesaksian yang diajukan melawan Yesus ternyata palsu.
Hukum Taurat melawan kesaksian-kesaksian palsu dengan tegas. Dalam Kel 20:16 dan dalam Ul 5:20 dengan jelas sekali dikatakan, “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu!” dan larangan ini termasuk Kesepuluh Perintah Allah. Ironisnya, perintah Tuhan itu justru dilanggar dalam proses pengadilan terhadap Yesus.

Akhirnya tampillah dua orang – 26:60
Pembaca Injil Matius mendapat kesan bahwa usaha mencari kesaksian palsu melawan Yesus berakhir pada awal ayat 60. Seudahnya tampillah dua saksi.
Kata dua penting dalam kalimat ini. Sebab kesaksian yang diberikan oleh dua orang dianggap sesuai dengan hukum dan sah. “Atas keterangan dua atau tiga saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati” (Ul 17:6). “Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apa pun atau dosa apa pun; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan” (Ul 19:15).