Selasa, 08 Pebruari 2022

C-073 – 1Raj. 8:22-23.27-30 – “Ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu” (ay 23)

LANDASAN DOA

  1. Dalam bacaan ini tercantum doa pertama, yang diucapkan raja Salomo dalam Bait Allah yang baru ditahbiskan itu. Doa ini disusun dalam abad ke-6 sM menurut pola yang lazim dalam doa syukur Yahudi. Namun dari susunannya dapat dilihat, bahwa penyusunnya ingin menitikberatkan hubungan antara doa dengan Bait Allah. Doa membutuhkan semacam tumpuan, suatu perantaraan. Di sini tumpuannya ialah Bait Allah, tempat yang kudus, yang oleh Allah sendiri dipenuhi dengan kehadiran-Nya (ay 29). Tetapi Salomo mempunyai firasat tajam: Allah tinggal di sorga. Dari situ Ia mendengarkan doa, yang ditujukan kepada-Nya (ay 30).
  2. Yesus akan memperkenalkan diri-Nya kelak sebagai Bait Allah perjanjian baru. Ia akan membebaskan doa dari keterikatannya pada tempat mana pun.

Mrk. 7:1-13 – “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku” (ay 6)