213. Yesus dibawa kepada Imam Besar (Mat 26:57-58)

Kesimpulan
Berdasarkan semua data (yang memang membingungkan) yang tersedia dalam keempat Injil, dapat disimpulkan bahwa pada malam Yesus ditangkap, para anggota Mahkamah Agama dipanggil bersidang untuk memeriksa perkara Yesus. Hal ini ditegaskan dalam semua Injil, tetapi menurut Injil Yohanes, sidang ini sudah diadakan sebelumnya, beberapa minggu sebelum Paskah. Dalam rapat pada malam hari itu secara khusus dibahas klaim Yesus sehubungan dengan Bait Suci. Hal ini ditegaskan dalam Injil Markus, Matius, dan Yohanes; Lukas menyebut hal yang serupa sehubungan dengan pengadilan Stepanus. Imam Besar (yang tidak disebut namanya dalam Injil Markus; Kayafas – menurut Injil Matius dan Yohane) mendesak para peserta rapat, agar Yesus dihukum mati. Selanjutnya rapat mengambil keputusan yang sebobot dengan hukuman mati, dan hal ini disebut dalam keempat Injil, tetapi dalam Injil Lukas hal ini disebut secara tidak langsung saja. Pada malam Yesus ditangkap, Ia diperiksa pula oleh para imam kepala (hal ini disebut dalam keempat Injil), tetapi menurut Injil Yohanes, pemeriksaan itu berbeda dengan sidang Mahkamah Agama. Ada kemungkinan real bahwa data yang tersaji dalam Injil Yohanes, lebih tepat dan kiranya lebih historis pula. Jadi sangat masuk di akal bahwa hukuman mati atas Yesus diputuskan oleh para anggota Makamah Agama beberapa minggu sebelumnya, tetapi pada malam menjelang wafatnya Yesus, hukuman itu dikukuhkan saja. Pada malam terakhir itu diputuskan pula bahwa Yesus harus diserahkan ke dalam tangan Pilatus.