212. Yesus dibawa kepada Imam Besar (Mat 26:57-58)

Hanas
Hanas diangkat sebagai imam besar pada tahun 6 oleh Sulpicius Quirinius. Pada tahun 15 ia dipecat oleh Valerius Gratus, prefek Yudea. Namun, ia tetap “berkuasa,” sebab selama 50 tahun setelah ia dipecat, lima putranya bertugas sebagai imam besar. Dari sejarah diketahui bahwa semasa berkuasanya “dinasti” Hanas, umat Kristen kehilangan Yesus, Stefanus (martir pertama), dan Yakobus, saudara Yesus. “Dinasti” Hanas tampaknya sangat membenci Yesus serta para pengikut-Nya. Pada waktu “memeriksa” Yesus, Hanas memang bukan Imam Besar resmi, namun kiranya dialah yang menentukan arah seluruh proses selanjutnya. Sebab sesudah diinterogasi oleh Hanas, Kayafas hanya tinggal mengajukan permohonan resmi kepada Pilatus, supaya Yesus dihukum mati.

Kayafas
Kayafas bertugas sebagai imam besar lama sekali, yaitu sejak tahun 18 hingga tahun  36. Ia bertahan sepanjang masa kekuasaan Pilatus, sehingga boleh diyakini bahwa ia seorang politikus yang lihai.

Urutan kejadian
Semua Injil melaporkan bahwa setelah ditangkap di Taman Getsemani, Yesus dibawa ke aule (istana atau halaman istana) Imam Besar. Dilaporkan pula bahwa Petrus mengikut Yesus sampai ke aule. Muncul pertanyaan: Apa yang terjadi pada malam itu dan pagi-pagi selanjutnya? Semua Injil sepakat bahwa pada malam hari itu Yesus dibawa kepada Imam Besar. Semua Injil sepakat pula bahwa pada malam hari itu juga Petrus menyangkal Yesus. Yang menjadi masalah ialah apakah pada malam itu juga Yesus diperiksa/diadili secara resmi oleh Imam Besar ataupun imam-imam kepala, dan apakah Yesus dipukuli dan diolok-olok sebagaimana dilaporkan oleh para penulis Injil?
Biasanya dikatakan bahwa mula-mula Yesus diinterogasi oleh Hanas (berdasarkan Injil Yohanes), lalu diperiksa oleh Kayafas (berdasarkan Yoh 18:24+, Mat, Mrk, dan Luk), Namun, masalahnya tidak semudah ini. Menurut Injil Matius/Markus, pemeriksaan resmi (saksi, pertanyaan, jawaban, tuduhan mengenai hujat, keputusan) serta siksaan serta olokan terjadi pada malam hari dan dikukuhkan pada pagi hari. Petrus menyangkal Yesus pada malam itu juga. Keputusan terakhir yang diambil Mahkama Agama ialah menyerahkan Yesus ke tangan Pilatus.
Menurut Injil Yohanes, urutan kejadiannya hampir sama. Bedanya, pada waktu Yesus diperiksa, tidak disebut saksi, hakim, pertanyaan mengenai Bait Suci ataupun identitas Yesus, tidak ada pula tuduhan mengenai hujat ataupun keputusan. Yesus diinterogasi oleh Hanas, bukan oleh Kayafas (seperti dikatakan dalam Injil Matius). Petrus menyangkal Yesus untuk pertama kalinya sebelum Yesus mulai diinterogasi. Dua kali selanjutnya Petrus menyangkal Yesus menjelang pagi. Menurut Injil Lukas, Petrus menyangkal Yesus, dan Yesus disiksa serta diolok-olok pada malam hari, namun seluruh proses pemeriksaan Yesus terjadi pada pagi hari. Lukas tampaknya menyederhanakan cerita Markus dan Matius.