210. Yesus dibawa kepada Imam Besar (Mat 26:57-58)

Sesudah mereka menangkap – 26:57
Menurut Injil Matius, Yesus ditangkap oleh “serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung” (26:47). Begitu pula Injil Markus yang menambah bahwa “serombongan besar” itu datang karena disuruh oleh imam-imam kepala, para ahli Taurat dan tua-tua (Mr 14:43). Menurut Injil Lukas, di antara para penangkap Yesus ada imam-imam kepala, kepala-kepala pengawal Bait Suci serta tua-tua (Luk 22:52). Dapat diterima bahwa para imam kepala itulah membawa Yesus ke rumah Imam Besar.
Dalam ayat 57, Mat menegaskan kembali bahwa Yesus ditangkap, padahal ia baru saja mengatakannya (“mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya,” 26:50). Ia memang mau mengingatkan pembaca, bahwa pada saat itu tangan Yesus sudah diikat, bahkan mungkin dibelenggu. Namun, hanya dalam Injil Yohanes dikatakan dengan jelas bahwa mereka yang menangkap Yesus, “membelenggu Dia,” lalu membawa-Nya kepada Hanas (18:12). Mat bicara tentang “membelenggu” itu baru pada waktu ia bercerita tentang Yesus yang dibawa ke hadapan Pilatus (27:2). Bagaimana pun juga Yesus diperlakukan sebagai kriminalis pada umumnya.

Membawa-Nya menghadap Kayafas – 26:57
Menurut Injil Markus, “Yesus dibawa menghadap Imam Besar.” Lalu ditambahkan, bahwa “semua imam kepala, tua-tua dan ahli-ahli Taurat berkumpul di situ” (Mrk 14:53). Mat menyederhanakan ceritanya, sehingga ia langsung menyubut nama Kayafas. Para imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, disebutnya baru dua ayat kemudian (ay 59). Dengan gaya penulisan ini Mat menonjolkan peranan Kayafas.
Lain lagi cerita Yohanes … Menurut dia, Yesus ditangkap oleh “pasukan prajurit (Romawi) dan penjaga-penjaga Bait Suci yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata” (Yoh 18:3). Namun, menurut Yoh pun, para prajurit Romawi itu tidak membawa Yesus langsung kepada Pilatus (sebagaimana dapat diduga), melainkan kepada Hanas dulu, baru kemudian kepada Kayafas. Laporan Yohanes tampaknya tepat secara historis. Sebab Paulus pun, setelah ditangkap oleh kepala pasukan (Romawi), terlelbih dahulu dibawa menghadap Mahkamah Agam (Kis 22:30).