209. Sesudah Yesus ditangkap (Mat 26:51-56)

Bagaimanakah akan digenapi – 26:54
Matius suka mengutip nas-nas PL untuk menyadarkan pembacanya, bahwa apa saja yang dikatakan oleh para nabi dulu, harus tergenapi. Refleksi biblis ini membantu umat beriman memahami cara Yesus menggenapkan rencana Allah. Ia berusaha menggenapinya bukan hanya dalam hal-hal besar melainkan dalam detail-detail kecil sekalipun.

Harus terjadi demikian – 26:54
Kata harus untuk pertama kalinya dipakai Matius dalam nubuat tentang sengsara Yesus (16:21). Kini Yesus menegaskan keharusan ini dengan penuh wibawa. Menurut Injil Matius, Allah seolah-olah telah “mencatat” segala sesuatu yang harus terjadi, dari awal sampai akhir. “Segala sesuatu” itu memuncak dalam sengsara dan kematian Yesus, Anak Manusia.

Yesus berkata kepada orang banyak – 26:55
Pada akhir cerita ini Yesus mencela mereka yang menangkap-Nya. Sebelumnya Ia mencela murid-Nya yang – berlawanan dengan prinsi hidup-Nya – berani memakai pedang untuk melukai orang lain. Ternyata baik murid-murid Yesus maupun musuh-musuh-Nya tidak memahami rencana Allah!

Sangkamu Aku ini penyamun – 26:55
Untuk pertama kalinya dalam kisah sengsara Yesus muncul kata penyamun. Penyamun ialah orang awam bersenjata (bukan polisi ataupun tentara) yang melakukan kekerasan. Penyamun macam inilah dimaksudkan pula dalam salah satu perumpamaan Yesus (Luk 10:30.36). Barabas juga disebut penyamun (Yoh 18:40). Yesus disalibkan di antara dua penyamun. Dalam kisah ini, Yesus melontarkan protes terhadap penggunaan senjata pada diri-Nya, sebab Ia bukan penyamun yang suka melakukan kekerasan.

Tiap hari Aku duduk mengajar – 26:55
Selanjutnya Yesus mengingatkan para lawan-Nya bahwa Ia tiap-tiap hari duduk mengajar di Bait Allah, namun toh tidak ditangkap.
Hanya dalam Injil Matius ditegaskan bahwa Yesus duduk pada waktu mengajar. Dengan duduk, Ia berlaku biasa seperti para pengajar Yahudi pada umumnya.
Mengapa pada waktu itu tidak ada yang protes? Dengan berkata demikian, Yesus sesungguhnya menegur imam-imam (bukan para penangkap-Nya) yang memang melihat Yesus mengajar di wilayah Bait Allah.

Yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi – 26:56
Keharusan digenapinya Kitab Suci sudah ditegaskan oleh Yesus dalam bicara-Nya kepada murid yang membela-Nya dengan pedang. Sekarang keharusan itu ditegaskan sekali lagi di hadapan rombongan para penangkap-Nya. Artinya, apa saja yang terjadi pada saat penangkapan Yesus, harus dilihat sebagai perwujudan rencana Allah. Rencana itu sudah digambarkan oleh para nabi PL. Di sini Matius barangkali memikirkan nubuat Zakharia (13:7), “Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai!”
Dalam Mat 26:45-46 tercatat kata-kata terakhir yang diucapkan Yesus kepada semua murid-Nya. Dalam Mat 26:52-54 tercatat kata-kata terakhir Yesus kepada seorang murid-Nya. Dalam Mat 26:55-56 tercatat kata-kata terakhir Yesus kepada orang banyak. Semuanya yang terjadi, diterima oleh Yesus demi terpujudnya kehendak Allah.