208. Sesudah Yesus ditangkap (Mat 26:51-56)

Kata Yesus kepadanya – 26:52
Pandangan Yesus tentang penggunaan pedang menjadi jelas sekali dalam reaksi-Nya terhadap perbuatan orang yang tampaknya membela-Nya dengan memotong telinga seorang hamba Imam Besar. Reaksi itu amat jelas dalam Injil Matius, Lukas dan Yohanes.

Masukkan pedang itu kembali – 26:52
Biarpun hamba Imam Besar itu berdiri di pihak para musuh-Nya, Yesus tidak setuju bahwa ia dilukai, apalagi dibuat cacat.

Orang menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang – 26:52
Ucapan Yesus ini cocok sekali dengan ucapan-Nya dalam Mat 5:39, “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.” Yesus melarang murid-murid-Nya memakai kekerasan untuk membalas kekerasan. Ucapan-Nya cocok juga dengan Mat 10:39 yang berisi perkataan berikut ini, “Siapa saja yang mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Yesus menghimbau, supaya para pengikut-Nya tidak takut kehilangan nyawa demi memperoleh hidup sejati. Ajaran Yesus ini berlatar belakang ajaran Yahudi pada umumnya. Dalam Kej 9:6 tertulis, “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”

Kausangka … Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku – 26:53
Dalam Injil Matius, larangan Yesus tentang penggunaan kekerasan disusul dengan penegasan bahwa Ia tidak perlu dibela secara militer. Sebab seandainya Ia minta bantuan, Bapa-Nya pasti akan mengirim kepada-Nya lebih dari dua belas pasukan malaikat. Pernyataan Yesus ini harus dibaca dalam konteks orang-orang Yahudi yang sering bicara tentang “pasukan” atau “balatentara” surgawi yang siap melayani Allah (Yoh 5:14; Mzm 148:2), bahkan campur tangan dalam urusan-urusan manusiawi secara militer (Dan 12:1; 2Mak 5:2-3; 10:29-30; 15:22-23). Gagasan tentang malaikat yang dapat membantu Yesus, untuk pertama kalinya dalam Injil Matius dikemukakan oleh Iblis (4:6). Yesus bicara tentang diri-Nya sebagai Anak Manusia yang (akan) didampingi para malaikat (13:41; 16:27; 24:30-31; 25:31).
Kata pasukan dalam teks ini mengacu kepada “legion” dalam tentara Romawi yang terdiri dari 6 ribu prajurit.
Dengan bicara tentang malaikat, Yesus sekali lagi menegaskan, betapa Ia tidak memerlukan pedang dan tidak mengharapkan pula murid-murid membela-Nya secara fisik. Sebab, seperti dikatakan oleh Yesus dalam Yoh 18:36, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini.”