207. Sesudah Yesus ditangkap (Mat 26:51-56)

Seorang menghunus pedangnya – 26:51
Para penulis Injil menyebut dua peristiwa yang terjadi pada waktu Yesus ditangkap: 1) Kedatangan Yudas; 2) Pemotongan telinga seorang hamba. Menurut Injil Markus dan Matius, telinga hamba itu dipotong sebagai reaksi atas ditangkapnya Yesus. Menurut Lukas, aksi itu didahului dengan sebuah pertanyaan, “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?” (Luk 22:49). Menurut Yohanes, aksi itu terjadi setelah Yesus menegaskan, “Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka (=rasul-rasul) ini pergi” (Yoh 18:8).
Siapakah yang menghunus pedang itu lalu memotong telinga hamba Imam Besar? Ada yang berpendapat bahwa namanya sengaja tidak disebut, supaya orang itu jangan dicari oleh penguasa lalu dihukum. Menurut Matius, orang itu agaknya termasuk kelompok murid Yesus. Lukas dalam Injilnya tidak menyebutnya “murid” atau “pengikut” Yesus. Namun, sebelum melayangkan pedangnya, orang itulah justru mengajukan sebuah pertanyaan kepada Yesus sambil menyapanya “Tuhan.” Jadi, ia memang murid Yesus. Menurut Injil Yohanes, orangnya ialah Simon Petrus sendiri! Bagaimana pun juga, peristiwa ini menunjukkan, betapa murid-murid Yesus tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan.
Adanya pedang di tangan murid-murid Yesus menimbulkan masalah … dan masalah ini ditanggapi dalam Injil Lukas 22:35-38. Isinya sebagai berikut, Yesus berkata kepada mereka, Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa? Jawab mereka: Suatu pun tidak. Kata-Nya kepada mereka: Tetapi, sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya, hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang. Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: ‘Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak.’ Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi. Kata mereka: Tuhan, ini dua pedang, Jawab-Nya: Sudah cukup.”
Apa maksud ucapan Yesus tentang pedang ini? Yesus sama sekali tidak menyuruh murid-murid-Nya membeli pedang! Maksudnya ialah: Murid-murid harus siap menghadapi masa depan, sebab tidak lama lagi Yesus akan disalibkan. Maka, mereka yang tadinya belum memiliki pundi-pundi atau bekal, harus mengusahakannya, sebab mereka akan membutuhkannya nanti. Kalau mereka sudah memiliki pundi-pundi atau bekal. Hendaknya mereka menjual jubah lalu membeli “pedang.” Selama ini Allah melindungi murid-murid Yesus. Tetapi, bersamaan dengan kematian Yesus, mereka akan mulai mengalami masa kesusahan bahkan aniaya. Dalam masa yang susah itu, mereka harus siap, tahu membela diri seperlunya. Mendengar ucapan Yesus itu, ada murid yang bereaksi, “Tuhan, ini dua pedang.” Ternyata murid itu salah paham. Seharusnya ia maupun teman-temannya mengerti bahwa Yesus bicara tentang perlunya siap menghadapi kesulitan. Sayangnya, mereka mengerti kata-kata Yesus secara harfiah. Maka, Yesus menanggapi salah paham itu dengan berkata, “Sudah cukup.” Yesus telah menghadapi murid-murid-Nya, sehingga Ia mengucapkan sebuah kata yang dapat diartikan begini, “Yah, begitulah selalu kalian menangkap kata-kata-Ku!”

Menyerang hamba Imam Besar – 26:51
Dalam semua Injil yang menceritakan adegan ini muncuk kata pedang dan ungkapan hamba Imam Besar. Tetapi, kata-kata lain yang muncul dalam kisah ini ternyata tidak sama dalam bahasa aslinya. Masing-masing penulis Injil menceritakan peristiwa itu sesuai dengan temperamennya.

Menurut Injil Yohanes, hamba Imam Besar itu bernama Malkh